Eramuslim

Selasa, 21 Maret 2023

Mendukung penanggalan metode hisabiyah Muhammadiyah

Nur s : Sabda Rasulullah : Sungguh kita adalah ummat ummi yang tidak ahli mencatat dan berhitung, bulan itu begini dan begini ya'ni sesekali 29 dan sesekali 30. عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : " إنَّا أمَّة أمِّيَّة لا نكتب ولا نحسب الشهر هكذا وهكذا يعني مرة تسعة وعشرين ومرة ثلاثين ". رواه البخاري ( 1814 ) ومسلم ( 1080 ) . Ucapan Rasulullah itu pengakuan bahwa ummat islam yang baru lahir ditanah Arab itu masih berada dizaman kegelapan ilmu. Bukan hanya ummat Islam, tetapi bangsa manusia pada abad kenabian dan Imperium itu belum banyak penemu atau orang2 genius. Hari ini justru disebut telah habis orang2 genius, anak kita pada abad ini diistilahkan dengan GEN Z atau generasi internet dan technology (generasi terakhir). Mereka tinggal meni'mati penemuan2 itu. Namun anehnya, sebagian besar ummat Islam yang telah meni'mati perkembangan Ilmu2 tulis dan Ilmu hisab, masih saja terpaku pada praktek lama yang belum tersentuh perkembangan pengetahuan, utamanya dalam menetapkan awal Ramadhan Syawal dan Dzul hijjah. Namun untuk urusan lain yang masih berhubungan dengan astronomi mereka diam dan menyerahkan hisabiyah, sebut saja jadwal waktu shalat, gerhana, bahkan lahirnya hilal pada bulan2 selain tiga bulan tersebut diatas. Sesunguhnya ma'na dari ucapan Rasulullah itu seruan untuk thalabul ilmi bukan tarkul ilmi karena Islam adalah agama ilmiyyah. Ya, hari ini ummat Rasulullah telah mendapati banyak pengetahuan sosial alam dan technology sampai-sampai pesantren diniyyah saja ditinggalkan. Hanya saja kekakuan dan tekstual masih menjadi perspective fundamental. Dalam memahami sabda Rasulullah berikut : صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤية Berpuasalah dan beridul fitrilah karena melihat hilal. Yang kita tahu dari perspective ulama golongan fundamental, ucapan Nabi itu adalah mu'tamad bahwa melihat hilal adalah thariqah/metode muthlaq untuk menetapkan awal Ramadhan dan Syawal. Namun apakah kita temukan perintah rukyatnya.. Saya tambahkan lagi haditsnya لا تصوموا حتى تروا الهلال ولا تفطروا حتى تروه فإن غم عليكم فاقدروا له. وفي حديث فإن غم عليكم فصوموا ثلاثين. "jangan kalian berpuasa dan beridul fithri sehingga kalian merukyat hilal, maka apabila terhalang olehmu atau tak tampak maka tetapkanlah. Dalam satu hadits dikatakan apabila terhalang olehmu maka berpuasalah 30 hari. Baik, meskipun tiada shighat perintah rukyat secara langsung namun oleh ulama fundamentals ditakwilkan bahwa melihat hilal adalah perintah. Sayangnya ulama golongan ini tidak menyentuh hadits paling atas yaitu kita adalah ummat ummi yang tidak ahli mencatat/tulis dan berhitung. Padahal hadits ini bisa jadi sinyal taghayyur atau merubah hukum dan metode lawas menjadi metode yang lebih relevant dan akurat. Bahkan hadits ini bisa jadi nasikh fil hukmi pada hadits rukyat hilal dengan mata fisik menuju rukyat hilal bil'ilmi. Setidaknya kalau tidak nasikh-mansukh adalah taghayyur/perubahan dengan dikuatkan ilmu hisab yang akurat. Mungkin saja ada yang menukil ayat untuk menguatkan metode rukyat dengan ayat: فمن شهد منكم الشهر فليصمه Masih banyak yang memberikan makna pada ayat ini sebagai berikut "barang siapa yang menyaksikan bulan (melihat bulan) maka berpuasalah". Padahal arti ayat ini oleh para mufassir "Siapa diantara kalian yang hadir di suatu negeri didalam bulan ramadhan maka hendaknya ia berpuasa" Kalimat SYAHIDA adalah HADHARA dan makna ASY-SYAHRA adalah bulan penanggalan bukan benda bulan yang berada diatas langit. Arti lain adalah "Siapa yang berada di bulan Ramadhan maka ia diwajibkan berpuasa" Maka pengertian ayat berikutnya adalah " barang siapa diantara kalian yang sakit atau didalam safar maka ia boleh tidak berpuasa tetapi untuk diqadha pada bulan berikutnya". { شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ } أي: الصوم المفروض عليكم, هو شهر رمضان, الشهر العظيم, الذي قد حصل لكم فيه من الله الفضل العظيم، وهو القرآن الكريم, المشتمل على الهداية لمصالحكم الدينية والدنيوية, وتبيين الحق بأوضح بيان, والفرقان بين الحق والباطل, والهدى والضلال, وأهل السعادة وأهل الشقاوة. فحقيق بشهر, هذا فضله, وهذا إحسان الله عليكم فيه, أن يكون موسما للعباد مفروضا فيه الصيام. فلما قرره, وبين فضيلته, وحكمة الله تعالى في تخصيصه قال: { فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ } هذا فيه تعيين الصيام على القادر الصحيح الحاضر. ولما كان النسخ للتخيير, بين الصيام والفداء خاصة, أعاد الرخصة للمريض والمسافر, لئلا يتوهم أن الرخصة أيضا منسوخة [فقال] { يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ } أي: يريد الله تعالى أن ييسر عليكم الطرق الموصلة إلى رضوانه أعظم تيسير, ويسهلها أشد تسهيل، ولهذا كان جميع ما أمر الله به عباده في غاية السهولة في أصله. Apakah bisa rukyat bil-'ilmi? Rukyat memiliki makna melihat dengan mata pengetahuan, rukyat juga punya arti melihat didalam mimpi. rukyat lebih banyak digunakan untuk arti melihat tidak dengan mata fisik walau ia didalam hadits rukyatul hilal adalah dengan mata. Ya, itu kembali pada masa ummi dimana ummat manusia khususnya kaum muslim belum tersentuh pengetahuan yang luas (komprehensif). Sementara ayat yang menguatkan hisab dan agar ummat ini tidak lari dari ilmu pengetahuan ada banyak, diantaranya : هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. Yunus : 5)

Senin, 20 Maret 2023

Pemerintah republik memberikan kebebasan beragama dan berpendapat yang diatur

Tunduk pada Pemerintah? Saya malas berorganisasi, itu sebetulnya. Cukup dengan pemerintah. Namun negara kita pun lahir dari berbagai latar belakang keagamaan suku ras juga organisasi2 baik sosial kemasyarakatan/keagamaan dan tentunya dari partai politik. organisasi non pemerintahan justru lebih tua dari berdirinya negara dan organisasi2 yang mendirikan negara kesatuan yang mirip seperti federasi hanya saja negri2 wilayah kerajaan telah tiada dan digantikan dengan kemunculan organisasi2. Ini negara Republik yang kedaulatan negara ditangan rakyat. Karena telah menjadi kesepakatan bahwa negara memberikan hak kebebasan berpendapat dan berkeyaqinan kepada organisasi2 bahkan Pemerintah harus punya rival politik (oposisi) dan pemerintah tidak dibenarkan melakukan intervensi pendapat/keyakinan kedalam organisasi maka tidak ada kewajiban kita dipaksa tunduk pada putusan pemerintah yang beraroma intervensi keorganisasian. Organisasi hanya wajib tunduk pada konstitusi sebagaimana seluruh rakyat negara tak terkecuali pimpinan negara dan pemerintahan. Model pemerintahan diatas jelas berbeda dengan model pemerintahan kerajaan absolute dan khilafah islamiyah yang mewajibakan masyarakat tunduk pada putusan ulil amri. Pemerintahan model kerajaan absolut dan khilafah islamiyah tidak lahir dari organisasi2 dan melarang berdirinya organisasi2 non government karena organisasi2 didalam negara akan mempengaruhi netralitas/Independent waliyul amri. Karena itu kita sering dapatkan sejarah madzhab resmi pemerintah begitupun agama resmi pemerintah. Maka siapa yang berpendapat menyelisihi madzhab pemerintah akan mendapati sanksi. Dalam beragama juga demikian, siapa yang beragama tidak seperti agamanya pemerintah maka ia dikenakan upeti, dilindungi namun dicegah melakukan aktifitas misionaris. Pemerintah kita model yang manakah...

Minggu, 12 Februari 2023

Varian salafi zaman ini

Antum nganut salafi yang mana? Salafi zaman ini itu berbeda-beda dan dipengaruhi oleh tokoh-tokohnya. Maka tak salah kalau nanti saya sebut nisbat tokohnya saja, kadang berat saya sebut mereka salafi. Misalnya salafi yang fiqihnya taqlid kepada syekh Ibnu baz dan syekh utsaimin, meskipun fiqih di Saudi dipengaruhi imam Ahmad bin hanbal tapi untuk salafi mu'ashir (kontemporer) itu dikuatkan dengan pengaruh dua ulama tersebut. Saya sebut salafi model ini adalah utsaimiyyin. Ingat ya, ini bahas salafi mu'ashirin bukan mutaqaddimin. Salafi yang taqlid pada hadits2 syekh al-albani, saya sebut albaniyyin. Punya fiqh tapi fiqihnya kaku amat. Untuk model ini kalau di Indonesia boleh dinisbatkan kepada ustadz Abdul qadir jawaz (jawaziyyin). ada yang sebut atsari (bukan asy-'ariy) Salafi haraki/sururi/jihadi Ini salafi ideologis, politik jadi aktivitas mereka. Bisa bersabar namun terkadang tegas dan keras tergantung situasi perlawanan. Salafi pembaharuan yang mengadopsi pemikiran syekh muhammad abduh ada yang menyebut salafi ishlahiyah. Salafi jihadi, seperti al-qaeda dan daisy/isis. Keras2 dan mudah mengkafirkan bahkan sesama jihadis yang berselisih faham bisa saling bunuh. Salafi yang tunduk kepada pemerintah meskipun pemerintah zhalim, ada yang menisbatkannya jamiyah madkhiliyah. Kami penganut salaf mutaqaddimiin dan khalaf/muta'akhkhirin. Beraqidah berfiqih dan bertasawwuf.

Sabtu, 12 November 2022

Sikap muslim SUNNI terhadap pertikaian antar sahabat nabi adalah tetap hormat dan menjaga kedamaian.

Muslim tidak usah mengikuti ritual peringatan asyura ala syi'ah atas peristiwa wafat husein dipadang karbala. Pada masa sahabat beberapa konflik internal dan pembunuhan banyak terjadi. Bukan hanya husein bin Ali r.a. Sentimen al-wilayah atau kepemimpinan setelah nabi wafat dimulai. Ummat islam banyak yg menjadi ahlul fitnah/provokator. Bagaimanapun muslim Sunni tidak menyatakan para sahabat telah murtad hanya menilai huru-hara dimasa sahabat adalah masa fitnah, kecuali yang memang benar-benar keluar dari islam. Umar dihujam pedang oleh abu lu'luah. Utsman dibunuh oleh orang misterius. Ali ditebas oleh Ibnu muljam si khawarij yang semula adalah loyalis sayyidina ali sendiri. Zubeir dipenggal juga oleh loyalis khalifah Ali dan kepalanya dibawa oleh pembunuhnya kehadapan Khalifah Ali dengan persangkaan Ali senang atas pembunuhan itu. Thalhah terbunuh oleh pasukan khalifah Ali pada peristiwa perang Jamal. Dan masih banyak sahabat yang terbunuh. Sayyidah Aisyah pun hampir terbunuh. Perang juga terjadi antara khalifah ali dengan gubernur muawiyah. Semuanya punya sebab2 sentimental dan sulitnya mengendalikan kegarangan ummat yang saling dukung dan provokatif. Husein bin Ali terbunuh oleh pasukan yazid bin muawiyah karena juga sebab wilayah/kepemimpinan. Penduduk kufah mengundang husein dan berjanji akan membaiat husein sebagai pimpinan, sementara muawiyah telah menyerahkan kepemimpinannya kepada yazid yang mana penduduk syam dan madinah telah diam pasrah dan menyerahkan urusan kepemimpinan kepada muawiyah untuk menyudahi peperangan yang sebelumnya sehingga memakan ratusan korban. Sikap sayyidina husein yg nekat untuk memenuhi undangan loyalisnya di kuffah dalam rangka untuk bai'at memancing emosi para pasukan yazid. Dan benar saja tepat di karbala besarnya jumlah pasukan yazid yg dipimpin Ibnu ziyad benar-benar murka, tak tertandingi. *peristiwa itu semua adalah kesedihan namun tidak untuk diadakan peringatan secara seremonial karena konflik itu terjadi diantara sahabat yang sedang berhadapan dengan situasi penuh fitnah, konflik itu bukan antara muslim vs kafir harbi* Peringatan kematian/wafat Husein secara seremonial hanya mengorek luka lama didalam ummat muslim. Sunni tidak bersikap tasyayyu (Sunni rasa syi'ah). Jangan jadi dunni yang mudah digiring untuk ikut2an. Sejarah itu valid dan tertulis Namun Sikap ummat islam terbaik adalah *ASSUKUUTU SALAMAH* *(diam itu selamat)* menyerahkan urusan konflik sahabat kepada Allah,mendoakan kebaikan mereka dan membacakan fadhilah2 atau keutamaan2 para sahabat. Asyura didalam islam sunnah berpuasa dan menyantuni yatama. Asyura tidak juga bulan khurafat. Asyura bukan bulan kesedihan. Asyura justru bulan baik karena banyak peristiwa baik. Yunus selamat dari perut ikan Adam hawa berjumpa dibumi setelah terpisah. Musa selamat dari pasukan firaun. Dll.

Senin, 03 Oktober 2022

Pergeseran madrasah dari salaf ke madrasah integral

Persoalan2 yang bersifat publik socialite itu wajar terjadi. Misalnya faham2 yang berbeda didalam manhaj islami. Salaf dan bid'ah. Adalah dua kalimat yang terus top up. Salaf. Saya sendiri terlahir dari rahim pesantren salaf syafi'iyyah nahdliyah. Masih ingat dan ini saya sampaikan kepada antum. Madrasah salafiyah kami tidak akan dirubah menjadi madrasah integral atau Islamic boarding school, karena itu dibangun sekolah integral baru secara terpisah dari madrasah diniyyah salafiyah. Mengapa demikian kekehnya madrasah diniyyah salafiyah untuk tetap pada sistem agama saja? Dari dahulu aroma tak sedap sistem integral itu tercium oleh para kyai. Pasti banyak bidang keilmuan islam yang dibuang dan menjadi tidak maksimal. Pendidikan akhlaq hilang. Ikhtilath antara santri ikhwan & akhwat. Menurunkan ghirah jihad islam. Dan pastinya pendidikan pesantren menjadi tujuan komersialisasi. Dan itu semua benar-benar real. Namun, didalam kalangan salafi jubah, integrasi pendidikan salafiyah tidak terlalu melenyapkan beberapa materi penting dan menjadi program unggulan, seperti mempertahankan pemisahan santri, hafazh Alqur'an dan Hadits dengan tersistem, Bahasa Arab. Sistem diniyyah salafiyah itu masih bertahan dibeberapa pesantren besar yang menonjol, antaranya : Di lirboyo kediri, sarang rembang,narukan rembang dan ditiap pedesaan yang tak terekspose. Disebabkan transformasi pendidikan pesantren dari salaf ke integral maka pesantren salaf dipandang rendah oleh ummat bahkan seringkali dicurigai sebagai mesin produksi manusia kaku sampai kecurigaan ektrimisme. Oleh kyainya sendiri terkadang pesantren salafiyah diisolasi. Padahal sampai sekarang, ulama produktif nusantara itu dominan produk diniyyah salafiyah. Terkadang evolusi atau convert pesantren salafiyah ke pesantren integral/terpadu juga mengakibatkan hilangnya orang-orang terhormat dan pesantren menjadi tak berpenghuni. Banyak kyai yang tidak memikirkan estafet, mereka malah menitipkan putra-putrinya ke pendidikan nasional sekuler maka tak heran muncul kaum liberal jahil tentang islam dari dalam keluarga kyai/ulama. Oleh sebab-sebab itu, saya tidak langsung naik tensi kalau mendengar ocehan orang-orang salafi atas perubahan dunia pesantren. Saya lebih memilih flexible antara salaf dan mu'ashir kontemporer. Salafi mentahdzir salafi ya karena pergeseran karakter pendidikan. *Nur s*

Selasa, 10 Mei 2022

Fanatisme madzhab yang pernah terjadi di Masjidil Haram

Di Masjidil Haram pernah didirikan 4 maqamat bagi 4 madzhab
Dari berbagai sumber link web berbahasa Arab, saya periksa artikel. Menyebutkan bahwa dulu masing-masing madzhab melakukan shalat didalam maqamah masing-masing yang semuanya berada didalam satu masjidil haram Makkah Al-Mukarramah. Bahkan shalat jum'at pun mereka lakukan masing-masing atas dasar madzhabnya. Sehingga dengan begitu tampaklah perpecahan karena berlebihan fanatisme madzhab. Maka raja Arab Saudi Abdul Aziz menginisiasi agar mereka dipersatukan saja dan dibongkarlah empat maqamah itu. Hal demikian adalah pelajaran bagi ummat islam dimanapun betapa buruknya ta'ashub madzhab bahkan shalat didalam satu masjid saja berdiri masing-masing jama'ah. Kita pernah mendengar pada masa dahulu santer pelarangan nikah lintas madzhab dan pelarangan berjama'ah bersama imam yang tidak satu madzhab. Sehingga karena demikian ummat tampak semakin bertafarruq (bercerai berai). Padahal bercerai berai itu melemahkan jama'atul muslimin. Terlahir ulama dan golongan pembaharuan didalam islam untuk membolehkan bermadzhab namun harus mencampakkan sikap fanatisme berlebihan. Bagaimanakah semestinya ummat menghadapi perbedaan madzhab? Adalah saling terbuka, memberikan kesempatan dan saling mentolerir. Ummat dilatih untuk saling menerima perbedaan furuiyah fiddiin dan tidak diprovokasi untuk kembali bertafarruq dan melakukan pemaksaan karena pemaksaan itu keluar dari prinsip toleransi yang akan berakibat pecahnya kembali. أن المسجد الحرام، كان في مرحلة قبل توحيد البلاد على يد الملك المؤسس، يُصلى فيه أربع جماعات للفريضة الواحدة، إذ أُحدث حينها المقامات (مصليات لكل مذهب فقهي)، وينتصب لكل إقامة إمام مذهب من المذاهب الأربعة (الشافعي، المالكي، الحنبلي، والحنفي)، ويصلى أتباع كل مذهب على الأغلب وراء إمام مذهبهم. فيصلي الشافعي، ثم الحنفي، ثم المالكي، ثم الحنبلي في الصلوات ماعدا المغرب، لضيق الوقت، حتى أمر الملك عبدالعزيز بدراسة الظاهرة من قبل علماء الدين، فخرجوا بتوحيد الصلاة وراء إمام واحد.

Sabtu, 22 Januari 2022

Ahlussunnah wal-jama'ah dalam kepemimpinan dan aqidah

Salafi dan nahdliyin semoga mengerti Pengertian dan maksud nisbat atau julukan AHLUSSUNNAH وغالب المتأخرين من الأشاعرة ، لا يلتزمون مذهب أبي الحسن الأشعري ، بل خلطوا مذهبهم بكثير من أصول الجهمية والمعتزلة ، بل والفلاسفة أيضا ؛ وخالفوا الأشعري في كثير من أقواله ، فهم ينفون صفة الاستواء لله والعلو والنزول واليد والعين والقدم والكلام وهذه الصفات كلها يخالفون فيها الأشعري نفسه . Umumnya asya'irah sekarang, mereka inkonsisten dengan madzhab Abul Hasan Al-Asy'ari, bahkan mereka mengadu madzhabnya dengan banyaknya prinsip jahmiyah, mu'tazilah juga falsafah. Dan mereka menyelisihi pendapat-pendapat imam asy'ary sendiri, maka mereka menafikan sifat istiwa Allah, ketinggian, turun, tangan, mata, kaki, ucapan. لقب " أهل السنة " يطلق باعتبارين : الأول : يطلق فيما يقابل الروافض ، فعلى هذا الاعتبار يدخل في أهل السنة الأشاعرة والماتريدية ونحوهم ، بل والمعتزلة أيضا . Julukan ahlussunnah dikatakan dengan dua pengertian : Pertama : Menandingi syi'ah rafidhah, maka atas pengertian ini dimasukkan kedalam golongan ahlussunnah ialah asya'irah, maturidiyah dan selainnya bahkan mu'tazilah juga. الثاني : يطلق لفظ أهل السنة ، فيما يقابل البدعة ؛ ويراد بذلك : أهل السنة المحضة ؛ فلا يدخل فيه إلا من التزم العقيدة الصحيحة من السلف وأهل الحديث . فعلى هذا الاعتبار لا يدخل في هذا اللقب : الأشاعرة ، ولا غيرهم ممن خلط أصوله الكلامية ، بأصول بدعية ؛ لمخالفتهم أهل السنة في كثير من الأصول والمسائل . والأشاعرة المتأخرون : جبرية في القدر ، مرجئة في الإيمان ، معطلة في الصفات ، لا يثبتون منها غير سبع صفات ؛ لأن العقل دل عليها كما يزعمون ، وينفون الاستواء على العرش ، وعلو الله على خلقه ، ويقولون : لا هو داخل العالم ولا خارجه ، ولا فوقه ولا تحته... إلى غير ذلك من المخالفات ، فكيف نسميهم " أهل السنة " ؟! Kedua: Dinyatakannya lafazh ahlussunnah sebagai pembanding bid'ah;maka tidak masuk kedalamnya kecuali orang atau kelompok yang konsisten dengan aqidah yang shahih dari ulama salaf dan ahli hadits. Atas pengertian ini maka asya'irah dan selainnya yang mencampur adukkan prinsip kalam dengan prinsip bid'ah, tidak masuk kedalamnya karena pertentangan mereka dengan ahlussunnah didalam banyak prinsip dan masalah. Asya'irah sekarang (mutaakhirin) itu jabbariyah didalam ilmu taqdir, murjiah didalam iman, mu'aththilah didalam memahami sifat, mereka tidak menetapkan taqdir iman dan sifat tanpa tujuh sifat ; karena sesungguhnya akal menunjukkan atasnya sebagaimana yang mereka klaim/sangka. Mereka mengingkari istiwa diatas 'arsy, dan ketinggian Allah diatas makhluqnya, dan mereka berkata Allah tidak berada didalam alam juga tidak diluarnya, tidak diatas dan tidak dibawahnya,dll daripada para makhluq. Bagaimana bisa kami sebut mereka itu ahlussunnah?! قال ابن تيمية : " فلفظ أهل السنة يراد به من أثبت خلافة الخلفاء الثلاثة ، فيدخل في ذلك جميع الطوائف إلا الرافضة . وقد يراد به : أهل الحديث والسنة المحضة ، فلا يدخل فيه إلا من يثبت الصفات لله تعالى " انتهى من " منهاج السنة " (2/221) . Berkata Ibnu Taimiyah : lafazh ahlussunnah itu yang dimaksud adalah kelompok yang menetapkan tiga khalifah (Abu bakar, Umar dan Utsman), maka termasuk ahlussunnah ialah seluruh golongan kecuali syi'ah rafidhah. Dan terkadang yang dimaksud sebagai ahlussunnah yaitu ahli hadits dan sunnah mahdhah, maka tidak termasuk kedalamnya kecuali golongan yang itsbat menetapkan sifat2 Allah ta'ala. وقال الشيخ ابن عثيمين : " أهل السنة يدخل فيهم المعتزلة ، يدخل فيهم الأشعرية ، يدخل فيهم كل من لم يكفر من أهل البدع ، إذا قلنا هذا في مقابلة الرافضة . Syekh Ibnu utsaimin : termasuk ahlussunnah ialah mu'tazilah, asy'ariyah dan pelaku bid'ah yang tidak kafir, apabila kami nyatakan ini dalam menandingi syi'ah rafidhah. لكن إذا أردنا أن نبين أهل السنة ، قلنا : إن أهل السنة حقيقة هم السلف الصالح الذين اجتمعوا على السنة وأخذوا بها ، وحينئذ يكون الأشاعرة والمعتزلة والجهمية ونحوهم : ليسوا من أهل السنة بهذا المعنى " انتهى من " الشرح الممتع " ( Namun apabila kami mau menjelaskan ahlussunnah, kami katakan : sesungguhnya ahlussunnah yang benar adalah salafusshalih yang mereka Ijma atas sunnah dan mengambilnya sebagai hujjah. Dengan begitu maka asya'irah, mu'tazilah, jahmiyah, dll. Itu tidak termasuk ahlussunnah dengan pengertian ini. Intaha.

Minggu, 05 Desember 2021

Ayat Allah dilangit adalah benar

Kebenaran yang kuyakini tentang dimanakah keberadaan Dzat Allah. Ini antara dalil NAQLI & LOGIKA AQLI. Pertama adalah ayat : أأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الأرض فإذا هي تمور. أم أمنتم من في السماء أن يرسل عليكم حاصبا.. "apakah kalian merasa aman pada Dzat yang di langit" Ini titik fokusnya. Tidak menggunakan kalimat FAUQA فوق yang berarti Dzat atau benda yang terletak diatas. Tetapi pada ayat lain banyak menggunakan kalimat 'ALA على yang berarti diatas, seperti ayat ثم استوى على العرش. الرحمن على العرش استوى. Beda antara فوق & على yang Sama2 berarti diatas adalah : Kalau فوق adalah menunjuk benda atau Dzat atau hissy. قلنسوة فوق الرأس kopiah diatas kepala. الكتاب فوق المكتب kitab diatas meja. Adapun على berarti diatas secara ma'nawi hanya terkadang bisa digunakan untuk menyebut sesuatu benda. Contoh bacaan shalawat nabi اللهم صل على محمد "yaa Allah tambahkanlah rahmatmu keatas nabi Muhammad" Fokus pada KALIMAT على yang bersanding dengan محمد. Ialah huruf ma'ani dan tidak dapat diartikan secara hissy. Walau begitu, lafazh على yang berarti diatas itu punya ma'na menaikkan. Yaitu menaikkan shalawat kepada ruh nabi Muhammad bukan menaikkan jasad Muhammad. Nah bagaimana dengan keberadaan Allah? Ayat-ayat diatas sangat jelas menyebutkan Allah itu di langit dengan tanpa menyebutkan atau menggambarkan Dzat Allah duduk diatas langit seperti halnya kita duduk. Siapa yang meyakini Allah duduk seperti duduk kita, ini tidak ada. Kalau ada yang berasumsi demikian sebutkan saja siapa orangnya tanpa memukuli rata orang yang mengimani kebenaran Allah diatas karena adanya ayat. Begitulah yang disebut iman tanpa takyif. Sekarang mengarah pada orang-orang yang menolak Allah dilangit dan istiwa di 'arsy. Golongan ini saya katakan sedang kebingungan sehingga memasuki i'tiqad mu' aththilah. Mereka belum menemukan ayat atau terlanjur menaikkan ta'wil sehingga menolak ayat2 tersebut diatas dengan segala macam ta'wil yang tak sampai.

Rabu, 01 September 2021

Siapa keluarga nabi Muhammad didalam shalawat. Ma'na ALI beda dengan ma'na ahli bait.

۞ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ (33) القول في تأويل قوله : إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ (33) قال أبو جعفر: يعني بذلك جل ثناؤه: إن الله اجتبى آدمَ ونوحًا واختارهما لدينهما = وآل إبراهيم وآل عمران لدينهم الذي كانوا عليه، لأنهم كانوا أهل الإسلام. فأخبرَ الله عز وجل أنه اختار دين مَنْ ذكرنا على سائر الأديان التي خالفته. (18) وإنما عنى ب "آل إبراهيم وآل عمران "، المؤمنين. * * * وقد دللنا على أن "آل الرجل "، أتباعه وقومه، ومن هو على دينه. (19) * * * وبالذي قلنا في ذلك روي القول عن ابن عباس أنه كان يقوله. 6851 - حدثني المثنى قال، حدثنا عبد الله بن صالح قال، حدثني معاوية، عن علي، عن ابن عباس قوله: " إن الله اصطفى آدمَ ونوحًا وآل إبراهيم وآل عمران على العالمين "، قال: هم المؤمنون من آل إبراهيم وآل عمران وآل ياسين وآل محمد، يقول الله عز وجل: إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ [سورة آل عمران: 68]، وهم المؤمنون. 6852 - حدثنا بشر قال، حدثنا يزيد قال، حدثنا سعيد، عن قتادة قوله: " إنّ الله اصطفى آدم ونوحًا وآل إبراهيم وآلَ عمران على العالمين "، رجلان نبيَّان اصطفاهما الله على العالمين. 6853 - حدثنا الحسن بن يحيى قال، أخبرنا عبد الرزاق قال، أخبرنا معمر، عن قتادة في قوله: " إنّ الله اصطفى آدمَ ونوحًا وآلَ إبراهيم وآلَ عمران على العالمين "، قال: ذكر الله أهلَ بيتين صالحين، ورجلين صالحين، ففضلهم على العالمين، فكان محمدٌ من آل إبراهيم. 6854 - حدثني محمد بن سنان قال، حدثنا أبو بكر الحنفي، قال، حدثنا عباد، عن الحسن في قوله: " إن الله اصطفى آدم ونوحًا وآل إبراهيم " إلى قوله: وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ، قال: فضلهم الله على العالمين بالنبوّة، على الناس كلهم، كانوا هم الأنبياء الأتقياءَ المصطفين لربهم. (20) المقصود من آل محمد التي نقولها في التشهد آل محمد الذي نصلي عليهم في الصلاة الإبراهيمية هم جميع أتباعه الذين امنوا به واقتفوا أثره وساروا على سنته وتمسكوا بها للأدلة الآتية : 1- قوله تعالى: (إِنَّ أَوْلَى النّاس بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَـذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَاللّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ). [آل عمران:68]، فقوله تعالى: (لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ) دليل قطعيّ قرآنيّ بأنّ آل إبراهيم وأولى النّاس به هم أتباعه من المؤمنين لا اليهود المنتسبون إليه دمًا وعرقًا 2- ويتعزّز هذا الفهم بأنّ الآل في القرآن تأتي بمعنى الأتباع بمنهجيّة تفسير القرآن بالقرآن بقوله تعالى: (كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آلَ لُوطٍ نَّجَّيْنَاهُم بِسَحَرٍ). فالآل هنا وردت بمعنى أتباع لوط من المؤمنين؛ لأنّ النّجاة في المعيار القرآنيّ لا تكون إلاّ للمؤمنين الأتقياء، ولأنّنا إذا تتبّعنا السّياق الموضوعيّ لمن يستحقّون النّجاة سنجد الآيات تتوالى وتؤكّد أنّ النّجاة لا تكون إلاّ للمؤمنين الأتقياء لقوله تعالى: (وَأَنجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ). [النمل:53]، وقوله تعالى: (وَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَنَجَّيْنَاهُم مِّنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ). [هود:58]، وقوله تعالى: (فَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ). [هود:66]. 3- قوله تعالى: (فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلاّ أَن قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِّن قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاّ امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِينَ). [النمل:56-57]. ففي هاتين الآيتين نجد دلالة قطعيّة بأنّ الآل هنا المقصود بها الأتباع من المؤمنين للوط، ثم نجد الآية التي تليها تستخدم مصطلح الأهل بمعنى الآل، وفي كلا المعنيين المقصود هم المؤمنون المتطهّرون. ويتعزّز هذا الفهم باستثناء زوجة لوط، مع أنّها من أهله صهرًا؛ لأنّ عملها غير صالح. 4- القرآن أكّد أنّ ابن نوح ليس من أهله (قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ)، أكّد أنّ زوجة لوط ليست من أهله؛ لأنّ عملها غير صالح (فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاَّ امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ). [الأعراف:83]. 5- قوله تعالى: (وَإِذْ نَجَّيْنَاكُم مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوَءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلاءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ). [البقرة:49]، فصريح القرآن استخدم كلمة آل فرعون، مع أنّ فرعون ليس له أولاد وإنّما جنود وأتباع. والذي يؤكّد أن المقصود بآل فرعون أتباعه وجنوده بمنهجية تفسير القرآن بالقرآن قوله تعالى: (وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ). [البقرة:50]، والذين أغرقوا في البحر جنوده بمنهجيّة تفسير النّصّ بالنّصّ قوله تعالى: (فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِهِ فَغَشِيَهُم مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ). [طه:78]، فهذه دلالة قطعيّة بأنّ آل فرعون هم جنوده وأتباعه. 6- قوله تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا). [الأحزاب:41-43]، فهذه الآية وجّهت الخطاب بدلالة صريحة قطعيّة للمؤمنين بقوله تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا)، ولم يتوجّه الخطاب القرآنيّ يا بني هاشم، وفي سياق (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا) جاء قوله تعالى: (هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ)، إذًا فالصلاة من الله والملائكة هي للمؤمنين وليست لبني هاشم، ويتعزّز هذا الفهم بقوله تعالى: (وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا)، ولم يرد في الآية، وكان الله ببني هاشم رحيمًا. 7- لو افترضنا أنّ المقصود بالآل السّلالة والعرق فإنّ معنى التّشهّد عندئذ سيصبح على النحو التّالي (اللهمّ صلّ على محمد وعلى آل محمد). آل محمد بنو هاشم برّهم وفاجرهم، وقولنا: (كما صلّيت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم) فإنّ آل إبراهيم هنا هم اليهود، وبهذا التّفسير العنصريّ لمعنى الآل سيكون معنى التّشهد أنّ المؤمنين قد خرجوا من هذا الدّعاء، وأنّهم يلهجون بالدّعاء لبني هاشم برّهم وفاجرهم، ولبني إسرائيل المغضوب عليهم، ومثل هذا الفهم يصادم ثوابت القرآن والسّنة.

Jumat, 04 Juni 2021

Bisyarah beda dengan gaji atau ujrah, tetapi keduanya haq untuk di berikan dan diterima

 Sering dengar umpatan "USTADZ BAYARAN"? 

dengar juga istilah BISYARAH?


Para ustadz yang menerima BISYARAH itu tidak menjadikan amal da'wah dan ibadahnya sebagai profesi. 

Berbeda dengan para ustadz yang mengharapkan UJRAH dari amal & da'wahnya.


Beda antara BISYARAH & UJRAH adalah :

BISYARAH itu Balasan budi yang tidak terikat dengan akad

Oleh sebab demikian seseorang yang berbuat sesuatu dengan niat membantu atau sengaja diminta bantuan oleh orang lain karena tradisi, apabila ia mendapatkan uang atau makanan dari orang yang dibantu maka itulah BISYARAH.

Contoh : tradisi membantu tetangga yang sedang mengadakan hajatan, membangun rumah baru, memimpin do'a,mengajari anak2 membaca Al-Qur'an seperti kebiasaan orang-orang dahulu yang menanamkan nilai2 keislaman kepada masyarakat. 

BISYARAH ini adalah balasan kebaikan dari amal kebaikan yang di sukai didalam agama.

Kedua belah pihak berhak memberi dan mengambil atau menerima.


BISYARAH yang satu ini mirip UJRAH tetapi tidak layak disebut UJRAH karena tidak sepadan, yaitu para guru honor, para pengajar madrasah pesantren diniyyah, yang mereka menerima UJRAH dibawah keumumannya.

Islam menganjurkan agar kita membayar UJRAH (gaji) sesuai dengan kerjanya

إن خير من استأجرت القوي الأمين

"Sesungguhnya sebaik baik orang yang kau pekerjaan (sewa/kontrak) adalah ia yang kuat lagi amanah"


Terlalu banyak guru yang bertanggung jawab dan menjaga amanah kerja,mereka gunakan waktunya, tenaganya, pikirannya, ongkosnya, untuk mendidik dan mengajar para muridnya setiap hari dan tepat waktu dikarenakan ia telah disewa atau dipekerjakan jiwa dan raganya dan melaksanakan tugas sesuai aturan dalam aqad profesi. 

Namun UJRAH yang ia dapatkan dibawah standar gaji pada umumnya dan tidak sebanding, walau demikian, mereka berusaha untuk menerima UJRAH yang tak layak disebut UJRAH ini maka selayaknya ia disebut BISYARAH bil 'aqdi. 


Abu dzar pernah bertanya kepada rasulullah saw.

Yaa rasulullah, mengapa engkau tidak mempekerjakanku dalam urusan wilayah/imarah (kepemimpinan)?

Jawab rasulullah : kamu itu lemah, sesungguhnya imarah itu berat,kecuali bagi orang yang berhak menempati posisinya. 


UJRAH adalah gaji/upah. 

Sebagaimana ayat Al-Qur'an diatas, UJRAH adalah gaji yang wajib dibayarkan kepada pekerja yang disewa/dikontrak waktunya, pikirannya, tenaganya, keahliannya.

الأجرة بقدر العمل

"upah/gaji itu menyesuaikan pekerjaannya"


Demikian itu agar tercipta rasa keadilan, saling menguntungkan dan tidak menzhalimi.


Orang yang mengambil ujrah umumnya adalah orang yang memanfaatkan dirinya dan skillnya sebagai profesi.

Dan pihak yang memberikan ujrah adalah orang yang sengaja mempekerjakan dan memberikan tanggung jawab kepadanya.


لعل الصواب

info salamtime

SIAPAKAH AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA'AH ?

Benarkah AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA'AH itu asy'ariyyah?  Saya akan jawab persoalan yang terus menipu orang online maupun orang offline...