Eramuslim

Sabtu, 12 November 2022

Sikap muslim SUNNI terhadap pertikaian antar sahabat nabi adalah tetap hormat dan menjaga kedamaian.

Muslim tidak usah mengikuti ritual peringatan asyura ala syi'ah atas peristiwa wafat husein dipadang karbala. Pada masa sahabat beberapa konflik internal dan pembunuhan banyak terjadi. Bukan hanya husein bin Ali r.a. Sentimen al-wilayah atau kepemimpinan setelah nabi wafat dimulai. Ummat islam banyak yg menjadi ahlul fitnah/provokator. Bagaimanapun muslim Sunni tidak menyatakan para sahabat telah murtad hanya menilai huru-hara dimasa sahabat adalah masa fitnah, kecuali yang memang benar-benar keluar dari islam. Umar dihujam pedang oleh abu lu'luah. Utsman dibunuh oleh orang misterius. Ali ditebas oleh Ibnu muljam si khawarij yang semula adalah loyalis sayyidina ali sendiri. Zubeir dipenggal juga oleh loyalis khalifah Ali dan kepalanya dibawa oleh pembunuhnya kehadapan Khalifah Ali dengan persangkaan Ali senang atas pembunuhan itu. Thalhah terbunuh oleh pasukan khalifah Ali pada peristiwa perang Jamal. Dan masih banyak sahabat yang terbunuh. Sayyidah Aisyah pun hampir terbunuh. Perang juga terjadi antara khalifah ali dengan gubernur muawiyah. Semuanya punya sebab2 sentimental dan sulitnya mengendalikan kegarangan ummat yang saling dukung dan provokatif. Husein bin Ali terbunuh oleh pasukan yazid bin muawiyah karena juga sebab wilayah/kepemimpinan. Penduduk kufah mengundang husein dan berjanji akan membaiat husein sebagai pimpinan, sementara muawiyah telah menyerahkan kepemimpinannya kepada yazid yang mana penduduk syam dan madinah telah diam pasrah dan menyerahkan urusan kepemimpinan kepada muawiyah untuk menyudahi peperangan yang sebelumnya sehingga memakan ratusan korban. Sikap sayyidina husein yg nekat untuk memenuhi undangan loyalisnya di kuffah dalam rangka untuk bai'at memancing emosi para pasukan yazid. Dan benar saja tepat di karbala besarnya jumlah pasukan yazid yg dipimpin Ibnu ziyad benar-benar murka, tak tertandingi. *peristiwa itu semua adalah kesedihan namun tidak untuk diadakan peringatan secara seremonial karena konflik itu terjadi diantara sahabat yang sedang berhadapan dengan situasi penuh fitnah, konflik itu bukan antara muslim vs kafir harbi* Peringatan kematian/wafat Husein secara seremonial hanya mengorek luka lama didalam ummat muslim. Sunni tidak bersikap tasyayyu (Sunni rasa syi'ah). Jangan jadi dunni yang mudah digiring untuk ikut2an. Sejarah itu valid dan tertulis Namun Sikap ummat islam terbaik adalah *ASSUKUUTU SALAMAH* *(diam itu selamat)* menyerahkan urusan konflik sahabat kepada Allah,mendoakan kebaikan mereka dan membacakan fadhilah2 atau keutamaan2 para sahabat. Asyura didalam islam sunnah berpuasa dan menyantuni yatama. Asyura tidak juga bulan khurafat. Asyura bukan bulan kesedihan. Asyura justru bulan baik karena banyak peristiwa baik. Yunus selamat dari perut ikan Adam hawa berjumpa dibumi setelah terpisah. Musa selamat dari pasukan firaun. Dll.

Senin, 03 Oktober 2022

Pergeseran madrasah dari salaf ke madrasah integral

Persoalan2 yang bersifat publik socialite itu wajar terjadi. Misalnya faham2 yang berbeda didalam manhaj islami. Salaf dan bid'ah. Adalah dua kalimat yang terus top up. Salaf. Saya sendiri terlahir dari rahim pesantren salaf syafi'iyyah nahdliyah. Masih ingat dan ini saya sampaikan kepada antum. Madrasah salafiyah kami tidak akan dirubah menjadi madrasah integral atau Islamic boarding school, karena itu dibangun sekolah integral baru secara terpisah dari madrasah diniyyah salafiyah. Mengapa demikian kekehnya madrasah diniyyah salafiyah untuk tetap pada sistem agama saja? Dari dahulu aroma tak sedap sistem integral itu tercium oleh para kyai. Pasti banyak bidang keilmuan islam yang dibuang dan menjadi tidak maksimal. Pendidikan akhlaq hilang. Ikhtilath antara santri ikhwan & akhwat. Menurunkan ghirah jihad islam. Dan pastinya pendidikan pesantren menjadi tujuan komersialisasi. Dan itu semua benar-benar real. Namun, didalam kalangan salafi jubah, integrasi pendidikan salafiyah tidak terlalu melenyapkan beberapa materi penting dan menjadi program unggulan, seperti mempertahankan pemisahan santri, hafazh Alqur'an dan Hadits dengan tersistem, Bahasa Arab. Sistem diniyyah salafiyah itu masih bertahan dibeberapa pesantren besar yang menonjol, antaranya : Di lirboyo kediri, sarang rembang,narukan rembang dan ditiap pedesaan yang tak terekspose. Disebabkan transformasi pendidikan pesantren dari salaf ke integral maka pesantren salaf dipandang rendah oleh ummat bahkan seringkali dicurigai sebagai mesin produksi manusia kaku sampai kecurigaan ektrimisme. Oleh kyainya sendiri terkadang pesantren salafiyah diisolasi. Padahal sampai sekarang, ulama produktif nusantara itu dominan produk diniyyah salafiyah. Terkadang evolusi atau convert pesantren salafiyah ke pesantren integral/terpadu juga mengakibatkan hilangnya orang-orang terhormat dan pesantren menjadi tak berpenghuni. Banyak kyai yang tidak memikirkan estafet, mereka malah menitipkan putra-putrinya ke pendidikan nasional sekuler maka tak heran muncul kaum liberal jahil tentang islam dari dalam keluarga kyai/ulama. Oleh sebab-sebab itu, saya tidak langsung naik tensi kalau mendengar ocehan orang-orang salafi atas perubahan dunia pesantren. Saya lebih memilih flexible antara salaf dan mu'ashir kontemporer. Salafi mentahdzir salafi ya karena pergeseran karakter pendidikan. *Nur s*

Selasa, 10 Mei 2022

Fanatisme madzhab yang pernah terjadi di Masjidil Haram

Di Masjidil Haram pernah didirikan 4 maqamat bagi 4 madzhab
Dari berbagai sumber link web berbahasa Arab, saya periksa artikel. Menyebutkan bahwa dulu masing-masing madzhab melakukan shalat didalam maqamah masing-masing yang semuanya berada didalam satu masjidil haram Makkah Al-Mukarramah. Bahkan shalat jum'at pun mereka lakukan masing-masing atas dasar madzhabnya. Sehingga dengan begitu tampaklah perpecahan karena berlebihan fanatisme madzhab. Maka raja Arab Saudi Abdul Aziz menginisiasi agar mereka dipersatukan saja dan dibongkarlah empat maqamah itu. Hal demikian adalah pelajaran bagi ummat islam dimanapun betapa buruknya ta'ashub madzhab bahkan shalat didalam satu masjid saja berdiri masing-masing jama'ah. Kita pernah mendengar pada masa dahulu santer pelarangan nikah lintas madzhab dan pelarangan berjama'ah bersama imam yang tidak satu madzhab. Sehingga karena demikian ummat tampak semakin bertafarruq (bercerai berai). Padahal bercerai berai itu melemahkan jama'atul muslimin. Terlahir ulama dan golongan pembaharuan didalam islam untuk membolehkan bermadzhab namun harus mencampakkan sikap fanatisme berlebihan. Bagaimanakah semestinya ummat menghadapi perbedaan madzhab? Adalah saling terbuka, memberikan kesempatan dan saling mentolerir. Ummat dilatih untuk saling menerima perbedaan furuiyah fiddiin dan tidak diprovokasi untuk kembali bertafarruq dan melakukan pemaksaan karena pemaksaan itu keluar dari prinsip toleransi yang akan berakibat pecahnya kembali. أن المسجد الحرام، كان في مرحلة قبل توحيد البلاد على يد الملك المؤسس، يُصلى فيه أربع جماعات للفريضة الواحدة، إذ أُحدث حينها المقامات (مصليات لكل مذهب فقهي)، وينتصب لكل إقامة إمام مذهب من المذاهب الأربعة (الشافعي، المالكي، الحنبلي، والحنفي)، ويصلى أتباع كل مذهب على الأغلب وراء إمام مذهبهم. فيصلي الشافعي، ثم الحنفي، ثم المالكي، ثم الحنبلي في الصلوات ماعدا المغرب، لضيق الوقت، حتى أمر الملك عبدالعزيز بدراسة الظاهرة من قبل علماء الدين، فخرجوا بتوحيد الصلاة وراء إمام واحد.

Sabtu, 22 Januari 2022

Ahlussunnah wal-jama'ah dalam kepemimpinan dan aqidah

Salafi dan nahdliyin semoga mengerti Pengertian dan maksud nisbat atau julukan AHLUSSUNNAH وغالب المتأخرين من الأشاعرة ، لا يلتزمون مذهب أبي الحسن الأشعري ، بل خلطوا مذهبهم بكثير من أصول الجهمية والمعتزلة ، بل والفلاسفة أيضا ؛ وخالفوا الأشعري في كثير من أقواله ، فهم ينفون صفة الاستواء لله والعلو والنزول واليد والعين والقدم والكلام وهذه الصفات كلها يخالفون فيها الأشعري نفسه . Umumnya asya'irah sekarang, mereka inkonsisten dengan madzhab Abul Hasan Al-Asy'ari, bahkan mereka mengadu madzhabnya dengan banyaknya prinsip jahmiyah, mu'tazilah juga falsafah. Dan mereka menyelisihi pendapat-pendapat imam asy'ary sendiri, maka mereka menafikan sifat istiwa Allah, ketinggian, turun, tangan, mata, kaki, ucapan. لقب " أهل السنة " يطلق باعتبارين : الأول : يطلق فيما يقابل الروافض ، فعلى هذا الاعتبار يدخل في أهل السنة الأشاعرة والماتريدية ونحوهم ، بل والمعتزلة أيضا . Julukan ahlussunnah dikatakan dengan dua pengertian : Pertama : Menandingi syi'ah rafidhah, maka atas pengertian ini dimasukkan kedalam golongan ahlussunnah ialah asya'irah, maturidiyah dan selainnya bahkan mu'tazilah juga. الثاني : يطلق لفظ أهل السنة ، فيما يقابل البدعة ؛ ويراد بذلك : أهل السنة المحضة ؛ فلا يدخل فيه إلا من التزم العقيدة الصحيحة من السلف وأهل الحديث . فعلى هذا الاعتبار لا يدخل في هذا اللقب : الأشاعرة ، ولا غيرهم ممن خلط أصوله الكلامية ، بأصول بدعية ؛ لمخالفتهم أهل السنة في كثير من الأصول والمسائل . والأشاعرة المتأخرون : جبرية في القدر ، مرجئة في الإيمان ، معطلة في الصفات ، لا يثبتون منها غير سبع صفات ؛ لأن العقل دل عليها كما يزعمون ، وينفون الاستواء على العرش ، وعلو الله على خلقه ، ويقولون : لا هو داخل العالم ولا خارجه ، ولا فوقه ولا تحته... إلى غير ذلك من المخالفات ، فكيف نسميهم " أهل السنة " ؟! Kedua: Dinyatakannya lafazh ahlussunnah sebagai pembanding bid'ah;maka tidak masuk kedalamnya kecuali orang atau kelompok yang konsisten dengan aqidah yang shahih dari ulama salaf dan ahli hadits. Atas pengertian ini maka asya'irah dan selainnya yang mencampur adukkan prinsip kalam dengan prinsip bid'ah, tidak masuk kedalamnya karena pertentangan mereka dengan ahlussunnah didalam banyak prinsip dan masalah. Asya'irah sekarang (mutaakhirin) itu jabbariyah didalam ilmu taqdir, murjiah didalam iman, mu'aththilah didalam memahami sifat, mereka tidak menetapkan taqdir iman dan sifat tanpa tujuh sifat ; karena sesungguhnya akal menunjukkan atasnya sebagaimana yang mereka klaim/sangka. Mereka mengingkari istiwa diatas 'arsy, dan ketinggian Allah diatas makhluqnya, dan mereka berkata Allah tidak berada didalam alam juga tidak diluarnya, tidak diatas dan tidak dibawahnya,dll daripada para makhluq. Bagaimana bisa kami sebut mereka itu ahlussunnah?! قال ابن تيمية : " فلفظ أهل السنة يراد به من أثبت خلافة الخلفاء الثلاثة ، فيدخل في ذلك جميع الطوائف إلا الرافضة . وقد يراد به : أهل الحديث والسنة المحضة ، فلا يدخل فيه إلا من يثبت الصفات لله تعالى " انتهى من " منهاج السنة " (2/221) . Berkata Ibnu Taimiyah : lafazh ahlussunnah itu yang dimaksud adalah kelompok yang menetapkan tiga khalifah (Abu bakar, Umar dan Utsman), maka termasuk ahlussunnah ialah seluruh golongan kecuali syi'ah rafidhah. Dan terkadang yang dimaksud sebagai ahlussunnah yaitu ahli hadits dan sunnah mahdhah, maka tidak termasuk kedalamnya kecuali golongan yang itsbat menetapkan sifat2 Allah ta'ala. وقال الشيخ ابن عثيمين : " أهل السنة يدخل فيهم المعتزلة ، يدخل فيهم الأشعرية ، يدخل فيهم كل من لم يكفر من أهل البدع ، إذا قلنا هذا في مقابلة الرافضة . Syekh Ibnu utsaimin : termasuk ahlussunnah ialah mu'tazilah, asy'ariyah dan pelaku bid'ah yang tidak kafir, apabila kami nyatakan ini dalam menandingi syi'ah rafidhah. لكن إذا أردنا أن نبين أهل السنة ، قلنا : إن أهل السنة حقيقة هم السلف الصالح الذين اجتمعوا على السنة وأخذوا بها ، وحينئذ يكون الأشاعرة والمعتزلة والجهمية ونحوهم : ليسوا من أهل السنة بهذا المعنى " انتهى من " الشرح الممتع " ( Namun apabila kami mau menjelaskan ahlussunnah, kami katakan : sesungguhnya ahlussunnah yang benar adalah salafusshalih yang mereka Ijma atas sunnah dan mengambilnya sebagai hujjah. Dengan begitu maka asya'irah, mu'tazilah, jahmiyah, dll. Itu tidak termasuk ahlussunnah dengan pengertian ini. Intaha.

Minggu, 05 Desember 2021

Ayat Allah dilangit adalah benar

Kebenaran yang kuyakini tentang dimanakah keberadaan Dzat Allah. Ini antara dalil NAQLI & LOGIKA AQLI. Pertama adalah ayat : أأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الأرض فإذا هي تمور. أم أمنتم من في السماء أن يرسل عليكم حاصبا.. "apakah kalian merasa aman pada Dzat yang di langit" Ini titik fokusnya. Tidak menggunakan kalimat FAUQA فوق yang berarti Dzat atau benda yang terletak diatas. Tetapi pada ayat lain banyak menggunakan kalimat 'ALA على yang berarti diatas, seperti ayat ثم استوى على العرش. الرحمن على العرش استوى. Beda antara فوق & على yang Sama2 berarti diatas adalah : Kalau فوق adalah menunjuk benda atau Dzat atau hissy. قلنسوة فوق الرأس kopiah diatas kepala. الكتاب فوق المكتب kitab diatas meja. Adapun على berarti diatas secara ma'nawi hanya terkadang bisa digunakan untuk menyebut sesuatu benda. Contoh bacaan shalawat nabi اللهم صل على محمد "yaa Allah tambahkanlah rahmatmu keatas nabi Muhammad" Fokus pada KALIMAT على yang bersanding dengan محمد. Ialah huruf ma'ani dan tidak dapat diartikan secara hissy. Walau begitu, lafazh على yang berarti diatas itu punya ma'na menaikkan. Yaitu menaikkan shalawat kepada ruh nabi Muhammad bukan menaikkan jasad Muhammad. Nah bagaimana dengan keberadaan Allah? Ayat-ayat diatas sangat jelas menyebutkan Allah itu di langit dengan tanpa menyebutkan atau menggambarkan Dzat Allah duduk diatas langit seperti halnya kita duduk. Siapa yang meyakini Allah duduk seperti duduk kita, ini tidak ada. Kalau ada yang berasumsi demikian sebutkan saja siapa orangnya tanpa memukuli rata orang yang mengimani kebenaran Allah diatas karena adanya ayat. Begitulah yang disebut iman tanpa takyif. Sekarang mengarah pada orang-orang yang menolak Allah dilangit dan istiwa di 'arsy. Golongan ini saya katakan sedang kebingungan sehingga memasuki i'tiqad mu' aththilah. Mereka belum menemukan ayat atau terlanjur menaikkan ta'wil sehingga menolak ayat2 tersebut diatas dengan segala macam ta'wil yang tak sampai.

Rabu, 01 September 2021

Siapa keluarga nabi Muhammad didalam shalawat. Ma'na ALI beda dengan ma'na ahli bait.

۞ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ (33) القول في تأويل قوله : إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ (33) قال أبو جعفر: يعني بذلك جل ثناؤه: إن الله اجتبى آدمَ ونوحًا واختارهما لدينهما = وآل إبراهيم وآل عمران لدينهم الذي كانوا عليه، لأنهم كانوا أهل الإسلام. فأخبرَ الله عز وجل أنه اختار دين مَنْ ذكرنا على سائر الأديان التي خالفته. (18) وإنما عنى ب "آل إبراهيم وآل عمران "، المؤمنين. * * * وقد دللنا على أن "آل الرجل "، أتباعه وقومه، ومن هو على دينه. (19) * * * وبالذي قلنا في ذلك روي القول عن ابن عباس أنه كان يقوله. 6851 - حدثني المثنى قال، حدثنا عبد الله بن صالح قال، حدثني معاوية، عن علي، عن ابن عباس قوله: " إن الله اصطفى آدمَ ونوحًا وآل إبراهيم وآل عمران على العالمين "، قال: هم المؤمنون من آل إبراهيم وآل عمران وآل ياسين وآل محمد، يقول الله عز وجل: إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ [سورة آل عمران: 68]، وهم المؤمنون. 6852 - حدثنا بشر قال، حدثنا يزيد قال، حدثنا سعيد، عن قتادة قوله: " إنّ الله اصطفى آدم ونوحًا وآل إبراهيم وآلَ عمران على العالمين "، رجلان نبيَّان اصطفاهما الله على العالمين. 6853 - حدثنا الحسن بن يحيى قال، أخبرنا عبد الرزاق قال، أخبرنا معمر، عن قتادة في قوله: " إنّ الله اصطفى آدمَ ونوحًا وآلَ إبراهيم وآلَ عمران على العالمين "، قال: ذكر الله أهلَ بيتين صالحين، ورجلين صالحين، ففضلهم على العالمين، فكان محمدٌ من آل إبراهيم. 6854 - حدثني محمد بن سنان قال، حدثنا أبو بكر الحنفي، قال، حدثنا عباد، عن الحسن في قوله: " إن الله اصطفى آدم ونوحًا وآل إبراهيم " إلى قوله: وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ، قال: فضلهم الله على العالمين بالنبوّة، على الناس كلهم، كانوا هم الأنبياء الأتقياءَ المصطفين لربهم. (20) المقصود من آل محمد التي نقولها في التشهد آل محمد الذي نصلي عليهم في الصلاة الإبراهيمية هم جميع أتباعه الذين امنوا به واقتفوا أثره وساروا على سنته وتمسكوا بها للأدلة الآتية : 1- قوله تعالى: (إِنَّ أَوْلَى النّاس بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَـذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَاللّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ). [آل عمران:68]، فقوله تعالى: (لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ) دليل قطعيّ قرآنيّ بأنّ آل إبراهيم وأولى النّاس به هم أتباعه من المؤمنين لا اليهود المنتسبون إليه دمًا وعرقًا 2- ويتعزّز هذا الفهم بأنّ الآل في القرآن تأتي بمعنى الأتباع بمنهجيّة تفسير القرآن بالقرآن بقوله تعالى: (كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آلَ لُوطٍ نَّجَّيْنَاهُم بِسَحَرٍ). فالآل هنا وردت بمعنى أتباع لوط من المؤمنين؛ لأنّ النّجاة في المعيار القرآنيّ لا تكون إلاّ للمؤمنين الأتقياء، ولأنّنا إذا تتبّعنا السّياق الموضوعيّ لمن يستحقّون النّجاة سنجد الآيات تتوالى وتؤكّد أنّ النّجاة لا تكون إلاّ للمؤمنين الأتقياء لقوله تعالى: (وَأَنجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ). [النمل:53]، وقوله تعالى: (وَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَنَجَّيْنَاهُم مِّنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ). [هود:58]، وقوله تعالى: (فَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ). [هود:66]. 3- قوله تعالى: (فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلاّ أَن قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِّن قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاّ امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِينَ). [النمل:56-57]. ففي هاتين الآيتين نجد دلالة قطعيّة بأنّ الآل هنا المقصود بها الأتباع من المؤمنين للوط، ثم نجد الآية التي تليها تستخدم مصطلح الأهل بمعنى الآل، وفي كلا المعنيين المقصود هم المؤمنون المتطهّرون. ويتعزّز هذا الفهم باستثناء زوجة لوط، مع أنّها من أهله صهرًا؛ لأنّ عملها غير صالح. 4- القرآن أكّد أنّ ابن نوح ليس من أهله (قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ)، أكّد أنّ زوجة لوط ليست من أهله؛ لأنّ عملها غير صالح (فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاَّ امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ). [الأعراف:83]. 5- قوله تعالى: (وَإِذْ نَجَّيْنَاكُم مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوَءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلاءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ). [البقرة:49]، فصريح القرآن استخدم كلمة آل فرعون، مع أنّ فرعون ليس له أولاد وإنّما جنود وأتباع. والذي يؤكّد أن المقصود بآل فرعون أتباعه وجنوده بمنهجية تفسير القرآن بالقرآن قوله تعالى: (وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ). [البقرة:50]، والذين أغرقوا في البحر جنوده بمنهجيّة تفسير النّصّ بالنّصّ قوله تعالى: (فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِهِ فَغَشِيَهُم مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ). [طه:78]، فهذه دلالة قطعيّة بأنّ آل فرعون هم جنوده وأتباعه. 6- قوله تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا). [الأحزاب:41-43]، فهذه الآية وجّهت الخطاب بدلالة صريحة قطعيّة للمؤمنين بقوله تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا)، ولم يتوجّه الخطاب القرآنيّ يا بني هاشم، وفي سياق (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا) جاء قوله تعالى: (هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ)، إذًا فالصلاة من الله والملائكة هي للمؤمنين وليست لبني هاشم، ويتعزّز هذا الفهم بقوله تعالى: (وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا)، ولم يرد في الآية، وكان الله ببني هاشم رحيمًا. 7- لو افترضنا أنّ المقصود بالآل السّلالة والعرق فإنّ معنى التّشهّد عندئذ سيصبح على النحو التّالي (اللهمّ صلّ على محمد وعلى آل محمد). آل محمد بنو هاشم برّهم وفاجرهم، وقولنا: (كما صلّيت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم) فإنّ آل إبراهيم هنا هم اليهود، وبهذا التّفسير العنصريّ لمعنى الآل سيكون معنى التّشهد أنّ المؤمنين قد خرجوا من هذا الدّعاء، وأنّهم يلهجون بالدّعاء لبني هاشم برّهم وفاجرهم، ولبني إسرائيل المغضوب عليهم، ومثل هذا الفهم يصادم ثوابت القرآن والسّنة.

Jumat, 04 Juni 2021

Bisyarah beda dengan gaji atau ujrah, tetapi keduanya haq untuk di berikan dan diterima

 Sering dengar umpatan "USTADZ BAYARAN"? 

dengar juga istilah BISYARAH?


Para ustadz yang menerima BISYARAH itu tidak menjadikan amal da'wah dan ibadahnya sebagai profesi. 

Berbeda dengan para ustadz yang mengharapkan UJRAH dari amal & da'wahnya.


Beda antara BISYARAH & UJRAH adalah :

BISYARAH itu Balasan budi yang tidak terikat dengan akad

Oleh sebab demikian seseorang yang berbuat sesuatu dengan niat membantu atau sengaja diminta bantuan oleh orang lain karena tradisi, apabila ia mendapatkan uang atau makanan dari orang yang dibantu maka itulah BISYARAH.

Contoh : tradisi membantu tetangga yang sedang mengadakan hajatan, membangun rumah baru, memimpin do'a,mengajari anak2 membaca Al-Qur'an seperti kebiasaan orang-orang dahulu yang menanamkan nilai2 keislaman kepada masyarakat. 

BISYARAH ini adalah balasan kebaikan dari amal kebaikan yang di sukai didalam agama.

Kedua belah pihak berhak memberi dan mengambil atau menerima.


BISYARAH yang satu ini mirip UJRAH tetapi tidak layak disebut UJRAH karena tidak sepadan, yaitu para guru honor, para pengajar madrasah pesantren diniyyah, yang mereka menerima UJRAH dibawah keumumannya.

Islam menganjurkan agar kita membayar UJRAH (gaji) sesuai dengan kerjanya

إن خير من استأجرت القوي الأمين

"Sesungguhnya sebaik baik orang yang kau pekerjaan (sewa/kontrak) adalah ia yang kuat lagi amanah"


Terlalu banyak guru yang bertanggung jawab dan menjaga amanah kerja,mereka gunakan waktunya, tenaganya, pikirannya, ongkosnya, untuk mendidik dan mengajar para muridnya setiap hari dan tepat waktu dikarenakan ia telah disewa atau dipekerjakan jiwa dan raganya dan melaksanakan tugas sesuai aturan dalam aqad profesi. 

Namun UJRAH yang ia dapatkan dibawah standar gaji pada umumnya dan tidak sebanding, walau demikian, mereka berusaha untuk menerima UJRAH yang tak layak disebut UJRAH ini maka selayaknya ia disebut BISYARAH bil 'aqdi. 


Abu dzar pernah bertanya kepada rasulullah saw.

Yaa rasulullah, mengapa engkau tidak mempekerjakanku dalam urusan wilayah/imarah (kepemimpinan)?

Jawab rasulullah : kamu itu lemah, sesungguhnya imarah itu berat,kecuali bagi orang yang berhak menempati posisinya. 


UJRAH adalah gaji/upah. 

Sebagaimana ayat Al-Qur'an diatas, UJRAH adalah gaji yang wajib dibayarkan kepada pekerja yang disewa/dikontrak waktunya, pikirannya, tenaganya, keahliannya.

الأجرة بقدر العمل

"upah/gaji itu menyesuaikan pekerjaannya"


Demikian itu agar tercipta rasa keadilan, saling menguntungkan dan tidak menzhalimi.


Orang yang mengambil ujrah umumnya adalah orang yang memanfaatkan dirinya dan skillnya sebagai profesi.

Dan pihak yang memberikan ujrah adalah orang yang sengaja mempekerjakan dan memberikan tanggung jawab kepadanya.


لعل الصواب

Minggu, 16 Mei 2021

Lupa takbir dan masbuq didalam shalat id

 Imam lupa takbir zawaid terutama pada rakaat kedua shalat id, sehingga surat al-fatihah berjalan.

Bagaimana seharusnya?

Tidak perlu kembali melakukan takbir karena tidak pada tempatnya melakukan takbir setelah qiraah. Ini pendapat yang Shahih Menurut syafi'iyyah dan hanabilah.

Namun apabila imam mengulangi takbir zawaid setelah selesai baca surat Al-fatihah maka iapun harus/wajib mengulangi bacaan surat al-fatihah.

Yang ini cukup membuat ma'mum muter pikirannya apabila dilakukan. 

مَن نَسيَ تكبيراتِ العيدِ الزَّوائدَ حتى شَرَعَ في قِراءةِ الفاتحةِ، فإنَّها تكونُ قد فاتتْ، ولا يُعيدُها، وهذا مذهبُ الشافعيَّة على الصَّحيحِ  (41) ، والحَنابِلَةِ  (42) ، وبه قال الحسنُ بنُ زيادٍ اللؤلؤيُّ صاحبُ أبي حنيفة  (43) ، واختاره ابنُ باز  (44) وابنُ عُثيمين  (45) .

وذلك للآتي:

أولًا: أنَّها سُنَّةٌ فات محلُّها، ومحلُّها عقبَ تكبيرةِ الإحرامِ قبلَ القِراءةِ  (46) .

ثانيًا: أنَّه إنْ أتى بالتكبيراتِ ثم عادَ إلى القِراءةِ، فقدْ ألْغَى القراءةَ الأولى، وهي فرضٌ يصحُّ أن يُعتدَّ به، وإنْ لم يَعُدْ إلى القراءةِ، فقدْ حصَلَتِ التكبيراتُ في غيرِ محلِّها  (47) .

Berikutnya, perlukah sujud sahwi karena lupa takbir zawaid shalat id?

Tidak perlu. Ini adalah pendapat syafi'iyyah, hanabilah dan malikiyah. Karena takbir zawaid seperti halnya bacaan ta'awudz dan doa istiftah yang tidak perlu sujud sahwi apabila tertinggal/terlupakan. 

الفرع السَّابِعُ: حُكمُ سُجودِ السَّهوِ لِمَن نسِيَ التكبيراتِ الزَّوائدَ

لا يَسجُدُ للسهوِ لتَرْكِ التكبيراتِ الزوائدِ في صلاةِ العِيدينِ، سواءٌ ترَكها عمدًا أو سهوًا، وهذا مذهبُ الشافعيَّة  (48) ، والحَنابِلَة  (49) ، وقولٌ للمالكيَّة  (50) ؛ وذلك لأنَّها كالتعوُّذِ ودُعاءِ الاستفتاحِ، ولا يُسجَدُ للسهوِ بتَرْكِها  (51)

 .

Ma'mum masbuq pada takbir zawaid didalam shalat id, 

Cukup ia melakukan takbir bersama imam seberapa ia dapat tanpa menambahkan kekurangannya :

الفرع الثامن: قضاءُ المسبوقِ للتكبيراتِ الزَّوائدِ في صلاةِ العِيدينِ

المسبوقُ  (52) يُكبِّرُ فيما أَدركَه من التَّكبيراتِ الزوائدِ مع الإمامِ، ويَسقُطُ عنه ما فاتَه ولا يَقضِيه، وهذا مذهبُ الشافعيَّة  (53) ، والحَنابِلَة  (54) ، واختارَه ابنُ عُثيمين  (55) ، وبه أفتتِ اللَّجنة الدَّائمة

Palestina wajib dibela, tapi bagaimana dengan cara hamas?

 Saya perhatikan semua membela kemerdekaan Palestina.

Hanya

Diskusi mengarah pada lain persoalan, diantaranya adalah menilai langkah perlawanan hamas, sebutan Israel dan yahudi,  eksistensi negara Israel dan campur tangan Syi'ah. 


Ini nyata.

Banyak orang dari berbagai kalangan yang menilai hamas itu NASYRUL FAWDH WAL IRHAB (menyebarkan kekacauan dan teror).


Kalau saya sendiri menyebutkan perlawanan atas kesewenangan Israel di kawasan Yerusalem Timur itu perlu perhitungan yang benar agar tidak menambahkan kekacauan yang besar. Hamas bukan teroris seperti yang di katakan oleh beberapa orang.

Selain Hamas ada JIHAD ISLAM dengan sayap militernya bernama SARAYA AL-QUDS.

Saraya Al-Quds ini Sunni tetapi gerakan kemiliterannya belajar dari Syi'ah hizbullah dan mendapat bantuan dari iran,alasan mengapa paramilitary Sunni Palestina itu mendapat sokongan dari Iran bukan dari negara2 Arab dikarenakan negara2 Arab modern pro solusi damai. Berbeda dengan Iran yang memilih revolusi Syi'ah dengan adu militer. Disini ada pertemuan misi tumpas Israel dengan cara militer antara Iran-hizbullah dan paramilitary palestina. Sekaligus ini adalah cara licik Iran atau Syi'ah yang mendorong militan sunni  Palestina untuk terus berkonflik sementara Iran duduk duduk.


Namun kabar menyebutkan Iran menghentikan bantuannya kepada jihad al-Islami dikarenakan jihad al-Islami atau Saraya Al-Quds netral terhadap syiah houtsi pemberontak Yaman.

Itulah sebabnya negara2 Arab yang modern tidak simpati pada paramilitary hamas dan jihad Islami Palestina bahkan sampai ada yang terang terangan menilai langkah kedua militansi itu sebagai bentuk teror.


Kembali ke hamas. 

Kalau saya lihat, serangan2 Israel ltu dilancarkan ke kawasan Gaza yang menjadi basis perlawanan. 

Kemampuan yang tidak seimbang seharusnya dapat ditahan.

Jangankan hanya brigade al-qasam, negara2 muslim yang telah maju dan canggih peralatan perangnya saja masih menahan amarahnya karena ada perhitungan strategi dan atau memilih jalan lain agar tidak memperburuk situasi.

Ummat islam telah mengikuti Romawi melenyapkan model imperium dan bersedia duduk di satu ruang diskusi Perserikatan antara bangsa / PBB menjadi negara modern.

Oleh sebab itu, jika konfrontasi militer dipilih oleh negara2 muslim yang telah menjadi bagian anggota dalam rangka memerangi Israel tanpa melihat fakta dilapangan maka kebijakan militer negara2 muslim akan menularkan perang, dunia berperang antara pro dan kontra terhadap eksistensi negara israel.

Ini menyulitkan karena muslimin telah loyal dibawah kepemimpinan kafirin. Belum lagi selesai perang saudara. Berat masalah ummat nabi terakhir itu wahai saudara.. 


Karena perlawanan Hamas yg menambah penderitaan maka muncul seruan agar masyarakat Palestina meninggalkan tanahnya.

Seruan ini tidak sepenuhnya salah juga tidak sepenuhnya benar. Ini depresi akibat puluhan tahun salah strategi yang menciptakan kekacauannya sendiri.


Sebab demikian, pemerintah negara2 Arab Sunni dan non Arab enggan menjual senjata ke hamas dan satu lagi kepada jihad Islami Palestina.


Masalah Palestina dan kedegilan israel memang PR paling besar dan panjang yang harus dikerjakan dengan sabar teliti mencari solusi terbaik dan penuh pertimbangan dan perhitungan.

Jumat, 07 Mei 2021

Nabi mengkafirkan ummatnya, apa maksudnya.

 Dibilang kafir.... Neraka...

Jangan menyalahkan yg bilang dulu.


Nih saya kasih maksudnya


Kalau ada yg mengkafirkan anda itu bukan mengkafirkan secara total dan mutlaq. 


Nabi sering tegas mengatakan kafir dan neraka kepada ummatnya.


Ucapan kafir dan neraka itu

Hanya peringatan dan ancaman agar tidak mengikuti kekufuran orang kafir. Agar muslim menjaga ucapannya dan perbuatannya dari kekufuran, ini tentang sifat bukan dzat. 


Nabi bilang, siapa yang tidak melakukan shalat witir maka dia tidak termasuk golonganku,siapa yang tidak menganut sunnahku maka dia bukan bagian golonganku.

Siapa yang sengaja meninggalkan shalat jum'at 3x berturut-turut maka ia kafir.

PADAHAL MEREKA SEMUA ITU MUSLIM tapi di kafirkan di nerakakan tak diakui sebagai golongan nabi. 


Saya kadang bilang setan kepada anak2 bahkan pada diri saya sendiri.

Sampeyan artikan apa?

Apa iya setan beneran.

Ini TANBIH mengingatkan dan menyadarkan. 


Anda2 perlu longgarkan pikiran baik anda yang mengucapkan seperti ucapan rasulullah maupun anda yang kena sasaran ucapan.


ITULAH YANG DISEBUT TAHDID/TAKHWIF, INDZAR

HANYA UCAPAN ANCAMAN & PERINGATAN tidak LEBIH DARI ITU.

info salamtime

SIAPAKAH AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA'AH ?

Benarkah AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA'AH itu asy'ariyyah?  Saya akan jawab persoalan yang terus menipu orang online maupun orang offline...