Eramuslim

Kamis, 21 Juni 2018

jangan bilang NU itu syiah karena sedikit kesamaan kultur,tapi disusupi.

Menjawab statement nahdliyyin yang simpatik pada syi'ah karena masuk doktrin kesamaan kultur yang sangat kecil.

Oleh Nur s :

Bahayanya warga NU itu selalu bingungan.
Karena syubhat habaib dan taqiyahnya.

NU itu syi'ah !? "Tidak", NU itu sunni.

NU bukan syi'ah.
NU adalah sunni. 
Sunni itu assukutu diam dari pertikaian sahabat.
Sunni itu menerima ali ketika di pimpin.
Sunni itu menerima aisyah dan hafshah sebagai ummahatul mu'minin dan mencela para pembencinya.
Sunni itu menerima dan mengakui kekhalifahan abu bakar umar utsman ali.
Sunni itu mendukung perdamaian antara ali/hasan dengan muawiyah.
Sunni itu mentaati pemimpinnya tidak jadi pemberontak seperti syi'ah dan khawarij. 
Sunni mendukung khilafah islamiyyah dari bani umayyah-bani abbasiyah-utsmaniyah.

Syi'ah itu sesat dari jama'atul muslimin karena dia memisahkan diri,fanatik keturunan dalam kewalian. 
Termasuk syiah zaidiyyah,walau beda dengan rafidhah dan ghulat. 

Syi'ah zaidiyyah terhadap abu bakar,umar dan utsman memang memuliakan karena persahabatannya dengan rasulullah dan pengorbananya untuk islam.
Tetapi syi'ah zaidiyyah tetap bersikap tidak menerima kekhalifahan mereka.

Kesesatan yang selanjutnya adalah kefanatikan syi'ah itu sampai kepada kuburan dan kultur2 yang menyelisihi dalil.

Didalam mazhab asy-syafi'i, ada di bolehkan bid'ah hasanah atau kultur tetapi disyaratkan dengan tidak menyelisihi dalil.

Syi'ah inilah yang lantang meneriaki seseorang dengan nisbat wahhabi dari dalam NU.

12 imam syiah itu tidak sesat.
Konsentrasi kita bukan pada 12 imamnya saja. Tapi 12 imam itu di manfaatkan untuk menjadi wasilah kesesata syi'ah.
Adapun jika sunni secara kebathinan berguru kepada 12 imam maka di khawatirkan menjadi kaum yang tasyayyu dan menjadi corong masuknya syi'ah yg sulit di filter. 

Adapun ucapan beb luthfi yang membolehkan berimam kepada itsna asyariyah itu juga di eksploitasi syiah untuk mengkaccau warga NU agar membela-bela syiah karena ada kesamaannya. 
Dan ini fakta. 

Setelah syiah sukses memasukkan doktrin kesamaan kultur dengan NU lalu diajaklah warga NU untuk anti saudi dan pelajar lulusan dari sana.
Itu berhasil. 

NU membukan Pintu hidayah buat syi'ah dimananya padahal syiah faktanya malah menyesatkan banyak warga NU.
NU membuka lebar buat syi'ah tapi malah warga NU ikut syiah teriak2 wahhabi.
Harusnya NU bertanya siapa yg di teriaki wahhabi oleh syi'ah itu ?
Saya pernah buka kitab syiah "amali shaduq" dia menyebut wabbahi itu bahasa baru bagi sunni.
Sedikit kritis denganya langsung di teriaki "wahhabi".
NU dan salafi/wahhabi menurut alm.kyai mustafa ali yaqub itu sunni yg beda dalam masalah furu' fiddiin.

Dengan syiah welcome dengan salafi menjauh. 
Ini jadi beban pikiran. 
Padahal banyak marjak NU yang lebih cocok dengan salafi.

sudah bukan zamannya mendukung ali ra. karena sudah tiada kepemimpinan ali dan dzurriyyahnya.
Begitupun dengan dukung mendukung muawiyah. Sudah bukan zaman lagi.
Karena zaman sudah di damaikan pada masa hasan-muawiyah yg disebut sebagai zaman 'AAMUL JAMA'AH (tahun persatuan) oleh sunni.
Maka mentaati dan sabar dengan tidak memberontak imamah maka itulah ahlussunnah wal jama'ah.

aswaja tidak pernah ada hubungannya dengan imamah itsna 'asyariyah.
Aswaja tidak pernah membai'at para imam itsna 'asyariyah.
Jika kata luthfi monggo imam itsna 'asyariyah, itu artinya ada penggiringan sunni menuju kesyi'ahan olehnya (tasyayyu).

Luthfi menyebut syiah itu pengikut/pendukung bukan madzhab,wajar jika anak cucu ali dukung ali ra.
Bahasa yang begini justeru menguak dirinya bahwa ia itu syiah tapi tidak berperilaku ghulat dan mencela sahabat seperti umumnya syiah,tetap syi'ah to namanya.
Kalau dia sunni seharusnya tidak memupuk kebencian yang sudah kadaluarsa. Sulit mempercayai habib kecuali sedikit saja.

Sunni dalam siyasah kepemimpinan itu oleh ulama telah jelas di sebutkan ia mencari keselamatan dengan berdiam dari wuq'atul shiffin dan wuq'atul jamal dan pertikaian2. di bahasakan "wuq'ah" bukan qital harb apalagi irhab,karena kejadian itu dinyatakan sebagai zaman fitnah.
Memberi bai'at tha'at atau minimal tawqif kepada para khalifah.
Berkelanjutan sampai kepada pemerintahan bani umayyah bani abbas dan utsmaniyah.

Di rangkul dan disusupi itu beda.
Kalau di rangkul maka perangkul harus lebih kuat.
Kalau disusupi maka ada usaha penyelewengan melalui titik2 kesamaan yang tidak disadari.

Gerakan 212 disusupi oleh syi'ah tapi karena 212 itu terlalu kuat maka syi'ah mental dan menampakkan aslinya.
Adapun usaha persatuan ummat itu tidak membawa isu perpecahan,tidak berpidato kesyi'ahan didalamnya karena jika itu terjadi maka mustahil tercipta satu unifikasi islam.
FPI misalnya,saya yakin ada sel sel syi'ah yang mukim didalamnya tapi upaya persatuan yang harus diwujudkan maka dia harus menahan ucapan provokatif yang bisa mengoyak persatuan.

Artinya,persatuan atau jama'atul muslimin itu akan terealisasi lagi jika mereka melepaskan segala sifat ta'asub yang telah memecah belah ummat.

Kalau didalam kitab tasyri'ul islami,syi'ah itu di sebut madzhab siyasi.
Saya tidak soalkan sebutan sebutan,karena yang dimaksud itu sama,baik itu sebutan madzhab siyasi juga pengikut dan pendukung.

Di bagian akhir pidatonya,dia malah marah2 apabila ada yang sebut NU itu syi'ah.
Terus yang menyebut NU adalah syiah itu siapa ?
Bukankah orang2 syi'ah dan NU yg bingungan yang menyebut NU itu syiah karena sedikit kesamaan kultur.

Penyusuplah yang getol mensyi'ahkan faham nahdliyin.



Adapun masalah muawiyah dan aisyah sehingga terbunuhnya beberapa sahabat baik dipihak ali juga muawiyah itu oleh sunni dinyatakan sebagai zaman fitnah.

Muawiyah dan yazid dan bunda aisyah memang terkenal membangkang dari kepemimpinan ali karena banyak sebab.
Diantara sebab2 itu adalah bunda aisyah menangis dan tak berani menghadap rasulullah karena fitnah yg menimpanya dan ali ra. Nampak membenci aisyah ra. Ketika dimintai pendapat rasulullah.

Adapun muawiyah yang juga sahabat yg punya pengorbanan dan memperluas futuhat dia membangkang karena terbunuhnya utsman bin affan yang kurang dapat perhatian dari khalifah ali.
Ali lebih memikirkan situasi dan kondisi internal ummat yang merepotkan.

Kita sunni adil menilai dan mengomentari masalah sahabat.
Dengan doa semoga yang salah di maafkan Allah dan yang benar di beri kemuliaan.

Tahun jamaah itu terjadi ketika hasan menyerahkan kepemimpinan kepada muawiyah,sehingga keadaan mulai kondusif di pimpin muawiyah,walau memang muawiyah selalu mengganggu kepemimpinan hasan bin ali ra.
Semua di maafkan.
Pada masa muawiyah inilah ummat bersatu sampai berakhirnya khilafah bani umayyah dan di lanjut khilafah bani abbasiyah.
Terhadap kesalahan dan keburukan pemimpin oleh rasulullah menganjurkan ummat untuk bersabar.
Biarlah yazid itu jelek,ummat dintekankan untuk menahan diri.
Kau sibuk melaknati.

Titik.

'Aamul jamaah saja tak ngerti.
Gitu merasa jadi ahli sejarah,ngaku sunni ?
Gitu kok mau sebut NU itu syi'ah/syi'ah itu NU.
jangan Kurang hajar yha...

Beb luthfi itu bukan tokoh sentral NU yang jadi ukuran kebenaran.

Beb luthfi itu ketua jatman yang numpang di NU agar dapat legitimasi jama'ah tharekatnya.

Secara khutthah dan ad/art,tasawwuf NU itu mengambil referensi imam al-ghazali dan imam junaedi.
Tidak ada tarekat jatman.

Jatman hanya minta dipayungi NU.

Jadi kalau bicara soal keNUan,jangan beb luthfi yg jadi ukuran.
Banyaj kyai2 yg tsiqqah keNUanya yg tak sefaham dengan beb luthfi.

Senin, 21 Mei 2018

Toleransi santri atas khilafiyah dan memahami seruan Hizbut tahrir

By: Nur s.
Menjawab kecurigaan dan tuduhan nahdliyin yang ikut-ikutan :

Saya tidak terlalu membenarkan persepsi salafi.
Tapi saya menelusuri maksud salafi yang keliru mengucapkannya. Kekeliruan bahasa penyampaian itu terjadi dimana2. Saya tidak terpancing provokasi sentimental keagamaan. Saya lebih menggunakan disiplin keilmuan sebagai seorang santri yang di ajarkan adab bicara dan beramal.

Salafi punya pendapat yang kebetulan bersinggungan dengan tradisi lokal yang di lestarikan NU. Sesungguhnya persepsinya adalah ranah agama. Dia islam NU juga islam.
NU tersinggung itu saya ma'lum tapi tidak di maklum apabila keluar batas dalam sikap.
Imam ahmad dan malik malahan didalam bulughul maram oleh ulama syafi'iyyah sendiri qunut subuh itu muhdats/bid'ah.
Itu haq berpendapat.
Lalu NU marah menyangkal itu juga haq. Asal tidak berperang fisik. 
Tahlilan kematian di hari2 tertentu dalam kultur jawa di lestrikan NU yang menurut muslim lain hal itu di nyatakan sebagai kebid'atan,itu boleh di sampaikan. 
NU marah,boleh,tapi disiplin keilmuan juga harus di prioritaskan sehingga tercipta saling mengerti dan tidak ada tindakan instabilitas. 
Faham tak maksudnya?

Ketika gusdur mencari makna negara islam,yang di temui adalah cara pengangkatan imamnya lalu gusdur menyebut tidak menemukan konsep negara islam dan berakhir menginkari negara agama (islam).

Dia meneliti sistem pengangkatan imam bukan meneliti kedaulatan dan keimamahan.
Sistem pengangkatan imam memang selalu berubah-ubah tapi dengan begitu tidak pernah di ajarkan oleh nabi untuk tidak mengangkat imam.
Urgensinya dan yang di tekankan adalah muslimin harus nashbul imam.
Memang yang paling baik adalah melalui ahlul hall wal 'aqd. Kemudian ummat memberikan baiat ta'at. Apabila sudah di umumkan tentang keimamahan maka suka atau tidak suka maka ummat wajib ta'at dan tidak boleh melakukan usaha kudeta atau usaha membai'at pemimpin sendiri.
Ini haram,sebagaimana sabda nabi من أتاكم وامركم جامع على رجل واحد يريد أن يفرق جماعتكم فاقتلوه.
Dalil ini mafhumnya adalah nashbul imamah adalah wajib.
Adapun tentang daulah adalah meliputi teritorial, dustur,imam dan ra'iyyah.

Apakah warga NU tidak boleh jujur ?
Bukankah antum dan sekelompok antum yang paling getol menuduhi HT dekat dengan muktazilah,halalkannonton porno,cium anjabi, dst..
Maka sebagai santri saya harus melihat fakta tanpa ikut2an menyebarkan fitnah.
Ini adalah ciri santri.
Kenapa saya terkesan mendukung HT? 
Karena di pesantren saya dan antum di ajarkan sistem islam,di bacakan kitab sirah nabawiyyah dan tasyri'ul islam/legitimasi hukum islam dan di bacakan sejarah imaratul islam/imamah/khilafah baik kejayaannya dan keruntuhanya.

Santri NU tidak mesti nggih-nggih saja terhadap penyimpangan ,karena itu santri dalam NU itu sendiri terbelah-belah fahamnya,ini ma'lum. 
Gus najih saja misalnya beliau sangat tegas dan konsisten,tidak pagi dele sore tempe. 
Lutfi basori,dll.
Nahdliyin madura malah dominan berafiliasi kepada fpi/alawiyyin.

NU bukan syi'ah tapi banyak yg bermesraan dengan syi'ah,NU bukan pki tapi warganya ada yang berafiliasi pki,NU bukan ahmadiyah tapi melindungi kebebasan, NU geram hanya karena bersinggungan denga hal2 yg remeh furu fiddin dengan muhammadiyah salafi PKS al irsyad persis HT.
Kok bisa begitu?

Sebetulnya kalau bicara imarah maka hal2 keagamaan yang sifatnya zhanni itu tidak essential. 
Tapi biasa buat senjata melelahkan. 
Saya tidak temukan bukti kalau HT hendak berbuat kudeta/memberontak dsb.

Mungkin antum baru kenal kalimat THALABUN NUSHRAH bagi thariqah HT. 

Uniknya,NU bilang tidak anti khilafah tapi menolak khilafah.
NU anti sistem kafir tapi menikmati system kafir.
Itu ambiguitas yang sangat luar biasa.

Ini adalah da'wah tingkat global.
Tak mungkin HT merebut indonesia dengan jalan kekerasan padahal senjata saja tak punya.
Harakah da'wah HT ini sama seperti madrasah yang mentarbiyah dan ta'lim.
Tapi konsentrasinya adalah ideologi. 

Lho mana yang sesat.
Bukankah peradaban islam itu haq di sampaikan dan di opinikan? 
Wong kita ini islam.
Negara sesuai sunnah adalah Al-imamah/al-imarah/al-qiyadah/al-khilafah al-'uzhma.
Ulama sepakat ummat ini mempertahankan imamah dan mengangkat satu imam ummat islam fii jamii'iddunya.
Global khusus islam bukan diartikan global umum.
Kalau global secara umum berarti negri2 kafir seperti china dan usa eropa harus  di paksa,tidak begitu. Negri kafir masuk kedalam medan da'wah.

Apakah khilafah versi HT?
Tidak. HT itu harakah di zaman kekosongan dan pembodohan.
Ketika ideologi islam tidak di munculkan maka ummat islam di seluruh dunia tertarik ideologi demokrasi dan komunis. Ini memprihatinkan.
Ketika kafir berjaya dengan keilmuanya dan kemiliteranya,islam malah jadi boneka yang dipermainkan.
Pecah menjadi negri2 kecil, harta negara di rampas,ummatnya di tindas,kebebasannya di ganggu.
Keadaan yang seperti ini yang di pikirkan oleh syabab HT.
dunia islam tak berdaya karena tidak punya imam yang satu dan negara yang satu.

Apa itu negara yang satu ?
Negara yang satu kepemimpinan itu tidak memecah justeru menguatkan, tidak menghilangkan peta indonesia dan tidak merebut indonesia tetapi indonesia bagian dari wilayah yang di persatukan.
Indonesia dengan begitu maka masuk kedalam provinsi daulah islam khilafah (الولاية الدولة الخلافة) yang pemimpinnya disebut wali khilafah.
Seruan ini bagian da'wah yang tujuannya adalah menguatkan syi'ar,melindungi ummat islam dari ancaman musuh,memberikan keadilan yang merata bukan arab saja yang kaya tapi kekayaan alam itu milik daulah yang di belanjakan secara rata.

Siapa calon khilafah?
Pertanyaan nyinyir ini lugu,tapi perlu di jawab.
Yaitu seperti halnya NU,untuk mengangkat pimpinan maka harus di adakan muktamar internasional.
Sebelum di helat muktamar/konferensi maka da'wah ideologi ini harus masif di lakukan demi pendekatan dan mengajak ulama dan elite bangsa yang mau bergabung.

Cara ini sangat rapi dan jauh dari tindakan teror yg kejam.

Syukran 👍.
HT sebenarnya sudah membaca sikon lek. Tapi yang namanya da'wah kan harus istiqamah. Tidak boleh membunuhnya.
Saya bilang sebuah ambiguitas kepada saudara2 NU yang tidak inkar khilafah dan berusaha baik kepada harakah da'wah khilafah sepert HT tapi mendukung pembubaran malah yang paling getol.

Ummat ini tahu kalau NU adalah organisasi yang paling sulit konsistennya kata orang jawa esok dele sore tempe.
Dulu di era soekarno soeharto NU berasas islam,anti pemerintah,sampai jadi PNS saja emoh,pesantren dipertahankan salafnya karena takut tertular virus sekularisme dan phobia islam.
Itu era NU yang mayoritasnya pro islam.
Lalu NU berubah karena kursi2 strukturalny di isi oleh nahdliyin nasionalis yang dekat dengan ideologi nasakom.
Sampai sekarang NU struktural tidak akan di biarkan terisi oleh para santri/kyai kultural fundamental.
NU struktural yang pro nasakom itulah yang merubah khitthahnya.

Sementa NU kultural dapat doktrin dari alawiyyin yang lebih dekat dengan syi'ah yang punya misi tsaurah/revolusi islam atau bahasa mereka syi'ah punya misi al-wiyataul faqih yang pimpinannya disebut al-waliyyul faqih sebagai pemimpin tertinggi yang harus di taati.

Ternyata yang lebih mesra dengan syi'ah adalah warga NU baik dalam culture maupun pendekatan2 yang lainya seperti kerjasama pendidikan dan kebudayaan.
Said aqil mengajak warga NU untuk bisa hadir di perayaan syiah seperti asyura,arba'in.
Bahkan sampai said aqil mengGoblok-goblokkan warganya sendiri.

Belum cukup saya tuliskan kalau tuduhan antum pada HT itu justeru terjadi pada keluarga besar antum sendiri.

Lain waktu saya akan tanya jawab tentang kedekatan antara NU-syi'ah.

Apakah antum akan pasrah dengan kenyataan.
Semua tuduhan warga NU kepada sunni yang lainya itu kegagalan.

Minggu, 29 April 2018

memaknai sifat-sifat Allah secara zhahir itu di benarkan karena tidak tasybih pada makhluq dan tidak tajsim

Ulama salaf itu sudah berbeda-beda dalam persepsi,
Itu haq.
Antum tidak boleh melarang.
Tinggal sebut salaf siapa yang di ikuti.
Salaf syi'ah atau salaf sunni.
Syiah yg mana dan sunni yang mana.

Apakah saya mutlaq menggunakan asumsi pribadi?
Anda bukan orang yang fahim dalam memikirkan masalah agama ini.
Orang yg bacaanya banyak maka dia bisa menyimpulkan dari berbagai bacaan dan disiplin ilmu.
Orang yang gagal maka ia hanya menjadi muqallid sudah muqallid,menyalahkan. 

Antum tidak akan bisa membuktikan dihadapan orang ramai dan di hadapan orang faham terkait tuduhan antum yaitu mujassimah dan musyabbihah.

Al-qur'an yang mengabarkan Allah istawa 'alal 'arsy,punya dua tangan,punya kursi,dst.

Lalu antum ta'wil,apakah ta'wil ijmali atau ta'wil tafshili (majaz) keduanya adalah zhanni bukan qath'i.

Antum tuduh bahwa makna zhahir dan haqiqat rububiyyah/uluhiyya adalah makna tasybih dan tajsim.
Antum katakan Allah tak bertangan dan bermata,dst.
Antum justeru menyelisihi zhahirul lafzhi wal ma'na.
Antum serupakan Tuhan dengan malaikat karena sama tak berkelamin,tak makan,tak tidur ??

Saya katakan kepada antum,bahwa dzat ketuhanan tidak sama dengan dzat makhluq, begitu juga dengan sifat-sifat lainya baik khabariyyah,af'aliyyah, uluwiyyah, ...

Hei kalian yg merasa aswaja padahal aswaja bukan madzhab yg di klaim oleh sebelah pihak saja.
Faham tak ?
Apakah kalian masih tak faham,bahwa menetapkan sifat af'al dan khabariyah Allah kalian tidak protes tapi ketika menetapkan sifat dzatiyah dan uluwiyyah Allah kalian protes,
Kalian tuduh tasybih.
Justeru kalian yang inkar haqiqat sifat2 uluwiyyah dan dzatiyah Allah maka antum ini ta'thil,produk gagal.
INI SATU KEGAGALAN FAHAM.

الأشاعرة يثبتون الصفات مثل الاستواء و اليد على مراد الله و يفوضون المعنى لله عز وجل . 
و لهذا أنكر الأشعري على المعتزلة نفيهم لليد و غيرها من الصفات .
Asya'irah menetapkan sifat seumpama istiwa dan tangan atas kehendak Allah dan mereka menyerahkan ma'na kepadanya saja.
Karena ini maka asya'irah inkar atas mu'tazilah yang menafikan tangan Allah dan sifat-sifat lainya baik dzatiyah,khabariyah,af'al dan uluwiyyah Allah.

و بعض الأشاعرة بعد تفويضهم المعنى لله عز وجل يبحثون عن تأويل تقبله اللغة باعتباره يمكن أن يكون هو المعنى الحقيقي .
و المقصود بـ ( صفة معنى ) هو نفي التجسيم و الأعضاء و الجوارح .
Sebagian asya'irah setelah tafwidh ma'na kepada Allah, mereka mencari ta'wil yang dapat di terima yang memungkinkan kepada ma'na haqiqi. 
Adapun yang di maksud dengan sifat ma'na yaitu menafikan tajsim dan jawarih bagi Allah. 
YA'NI, ORANG YANG MEMA'NAI SIFAT DZATIYAH DAN LAINYA SECARA HAQIQAT SELAMA TIDAK TAJSIM DAN JAWARIH MAKA ITU BUKAN TASYBIH/TAMTSIL ALLAH KEPADA MAKHLUQ. 

فإذا كنت تثبت ( اليد ) صفة ذاتية وليست عضوا و لا جارحة ، فكلامك هو كلام الأشاعرة ، لأن هذا هو المقصود عندهم بـ ( صفة معنى ) . 
Maka ketika engkau menetapkan sifat dzatiyah "tangan" namun bukan bermaksud tangan anggota tubuh dan bukan bermaksud tangan jarihah/hissiyyah yang dapat di rasa dan dirasa dengan indera,maka itulah kalam asya'irah.

وقال الأشعري أيضاً في ردِّ تأويل الصفات: "مسألة: قد سئلنا: أتقولون إن لله يدين؟
قيل: نقول ذلك بلا كيف، وقد دلَّ عليه قوله تعالى: يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ [الفتح: 10]، وقوله تعالى: لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ [ص: 75].
Berkata Al-Asy'ari dalam menolak ta'wil : pada satu soal yang di tanyakan kepadaku : apakah mereka berkata bahwa Allah punya dua tangan? 
Maka di jawab: yang demikian itu tanpa kaif,...

Sabtu, 28 April 2018

menghukum ucapan rasulullah dengan hukum zhahir dan hukum bathin

Ucapan nabi itu mesti di pandang dengan dimensi zhahir dan bathin.
Sudut fiqih dan sudut aqidah/teologi. 

Didalam al-Qur'an berulang-ulang kali di sebutkan bahwa rasul itu di utus sebagai juru da'i ilallaah yang ucapannya menghibur bagi ummat yang beriman dan ber'amal shaleh, ucapannya juga memperingatkan bagi ummat yang zhalim kafir dan berma'shiyat.
وما نرسل المرسلين إلا مبشرين ومنذرين.
إنا أرسلنك بالحق بشيرا ونذيرا. 
Secara dimensi fiqih/zhahir,ancaman rasulullah itu makruh tahrim yang dalam bahasa ushul fiqihnya adalah ما نهى عنه الشارع نهيا غير جازم yaitu terlarang yang tidak pasti. Terlarang sendiri sinonim haram.
Adapun memutuskan tali shilaturrahim itu haram yang pasti نهي الشارع نهيا جازما karena perbuatan ini haram secara syara' yang datangnya dari Allah.
Dalile para kyai golei kiambak. 
Namum Allah itu maha adil sebab walau seseorang itu memutuskan tali shilaturrahim tetapi ada banyak amal shalih yang patut jadi pertimbangan,maka Allah akan menimbangnya 
والوزن يومئذ الحق فمن ثقلت موازينه فأولئك هم المفلحون. ومن خفت موازينه فأولئك الذين خسروا أنفسهم...إلخ 
Apabila bahasa sudah sampai kepada aqidah/teologis maka urusannya menjadi otoritas Allah.

 «إن أحدكم إذا مات عرض عليه مقعده بالغداة والعشي إن كان من أهل الجنة فمن أهل الجنة وإن كان من أهل النار فمن أهل النار يقال هذا مقعدك حتى يبعثك الله يوم القيامة».

Ma'na zhahir sifat Allah itu di benarkan karena ia tidak menyerupakannya dengan makhluq dan tidak tajsim seperti jisim makhluq

Nur s:

Saya iman bahwa Allah punya mata telinga dan tangan.
Bagi orang yang belum kenal ilmi etimologi dan terminolog maka dia akan menuduh bahwa saya adalah mujassimah atau meyakini Allah punya jisim. Itu sifat terburu-buru karena belum masuknya pengetahuan tentang bahasa.
Maka sekarang saya akan bertanya kepada mereka begini :
Apakah Allah punya penglihatan/pendengaran/kehendak ?
Jika mereka jawab TIDAK justeru mereka terjerumus kepada aqidah ta'thil yaitu mengosongkan Allah dari sifat ketuhananNya.
Manusia memang mudah terjebak bahasanya sendiri. 
Jika saya meyakini mata Allah itu seperti mata mahkluk,telinga Allah seperti telinga manusia maka inilah yang salah.
Jika mereka mengatakan Allah tidak punya tangan karena tangan adalah jisim Makhluq,mustahil Allah serupa dengan Makhluq yang tajsim. Mereka lupa kalau cacing dan ular itu tak bertangan,apakah mereka juga menyerupakan Allah dengan cacing/ular ? Inilah jebakannya yang tak pernah disadari. 

Kita sangat perlu mempelajari atau sekedar mengenal ETIMOLOGI dan TERMINOLOGI dalam ilmu bahasa.

etimologis mencoba untuk merekonstruksi asal usul dari suatu kata - ketika mereka memasuki suatu bahasa, dari sumber apa, dan bagaimana bentuk dan arti dari kata tersebut berubah.

Terminologi  atau peristilahan adalah ilmu tentang istilah dan penggunaannya. Istilah(Arab: اصطلاح‎, istilah) adalah kata dan gabungan kata yang digunakan dalam konteks tertentu. Kajian terminologi antara lain mencakup pembentukannya serta kaitan istilah dengan suatu budaya.
Contoh KUPING orang jawa sebut demikian karena bentuknya yang KAKU NJEPIPING.kuping adalah terminologi dan kaku NJEPIPING adalah etimologi.

Ada dua yang menjadi perhatian saya,yaitu kaif dan kalimat bermakna yang di contohkan yadun  (tangan).

 Allah punya kaifiyyah jika yang di maksudkan adalah bukan istiham tetapi مشيئة الله maka itu haq bagi Allah. 
Yang terlarang adalah menanyakan kaifiyyah Allah pada bagaimana istiwaknya.

Kedua,tentang yadun yang di maknai zhahir adalah tangan,juga benar jika konteksnya didasari pemahaman terminologi. 
Maksudnya adalah kalimat yadun يد itu musytarak مشترك yang dia punya makna asal yang kemudian di rubah sesuai adat dan kebutuhan. Ini di namakan rekonstruksi bahasa etimologi berdasarkan istilah terminologi. 
 يد atau tangan itu maksudnya adalah kekuasaan/kehendak  قدرة إرادة وأفعال.
Kita wajib mengimani Bahwa Allah itu kuasa,berkehendak dan berbuat dengan sifat ketuhananya.

Maka selama yang di maksudkan adalah tidak menyerupakan kaifiyyah Allah dan yadullah pada makhluq maka keyaqinan ini dapat di benarkan.

Sekarang tunjukkan keterangan keyaqinan  الله موجود بغير مكان ؟ 
Apakah antum menjadi ta'thil atau menjadi orang yang isykal atau benar fahamnya. 
?

 Tak usah sebut2 wahhabi dulu kalau diskusi karena penyebutan itu tentu bukan cari kebenaran tapi diskusi yg di mulai dengan sinisme merupakan sifat merasa benar.

Silahkan antum baca lagi bahwa zhahir yg di maksud adalah makna kebiasaan secara lughawi yaitu yadun = tangan. Tetapi tangan yang di maksud adalah dalam terminologi/istilah yaitu qudrah iradah dan af'al. 

makna2 zhahir secara lughat yg di bangun dari makna istilah itu mempunya arti asal yang banyak,sudah di sebutkan diatas yaitu ma'na takwil karena musytarak itu berkarakter muawwal.yadun itu punya makna musytarak. 
Yang paling penting adalah bukan memaknai zhahir secara jismi/hissy.

Pendapat ulama :

1- قال الإمام عثمان بن سعيد الدارمي رحمه الله (280 هـ): " ونحن قد عرفنا بحمد الله تعالى من لغات العرب هذه المجازات التي اتخذتموها دُلسة وأُغلوطة على الجهال ، تنفون بها عن الله حقائق الصفات بعلل المجازات ، غير أنا نقول : لا يُحكم للأغرب من كلام العرب على الأغلب ، ولكن نصرف معانيها إلى الأغلب حتى تأتوا ببرهان أنه عنى بها الأغرب ، وهذا هو المذهب الذي إلى العدل والإنصاف أقرب ، لا أن تعترض صفات الله المعروفة المقبولة عند أهل البصر فنصرف معانيها بعلة المجازات " انتهى من "نقض الرادرمي على بشر المريسي" (2/755).
2- وقال الإمام أبو جعفر محمد بن جرير الطبري رحمه الله (310 هـ) : " فإن قال لنا قائل : فما الصواب في معاني هذه الصفات التي ذكرت ، وجاء ببعضها كتاب الله عز جل ووحيه، وجاء ببعضها رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ قيل: الصواب من هذا القول عندنا: أن نثبت حقائقها على ما نعرف من جهة الإثبات ونفي التشبيه ، كما نفى عن نفسه جل ثناؤه فقال : ( ليس كمثله شيء وهو السميع البصير ) إلى أن قال : " فنثبت كل هذه المعاني التي ذكرنا أنها جاءت بها الأخبار والكتاب والتنزيل على ما يُعقل من حقيقة الإثبات ، وننفي عنه التشبيه فنقول : يسمع جل ثناؤه الأصوات ، لا بخرق في أذن ، ولا جارحة كجوارح بني آدم . وكذلك يبصر الأشخاص ببصر لا يشبه أبصار بني آدم التي هي جوارح لهم. وله يدان ويمين وأصابع ، وليست جارحة ، ولكن يدان مبسوطتان بالنعم على الخلق ، لا مقبوضتان عن الخير ، ووجه لا كجوارح بني آدم التي من لحم ودم. ونقول : يضحك إلى من شاء من خلقه ، لا تقول: إن ذلك كشر عن أنياب ، ويهبط كل ليلة إلى سماء الدنيا " انتهى من "التبصير في معالم الدين" ص (141-145) .
3- وقال الإمام أبو أحمد محمد بن علي بن محمد الكرجي المعروف بالقصاب رحمه الله (360هـ) في الاعتقاد القادري الذي كتبه لأمير المؤمنين القادر بأمر الله سنة 433 هـ ووقَّع على التصديق على ما فيه علماء ذلك الوقت ، وأرسلت هذه الرسالة القادرية إلى البلدان. قال: " لا يوصف إلا بما وصف به نفسه أو وصفه به نبيه، وكل صفة وصف بها نفسه، أو وصفه بها نبيه، فهي صفة حقيقية لا صفة مجاز ، ولو كانت صفة مجاز لتحتم تأويلها ، ولقيل : معنى البصر كذا ، ومعنى السمع كذا..

Minggu, 15 April 2018

Makna 'ALA dan istawa Allah di langit atau ketinggian yang sudah kehendaknya


معاني حرف الجر (على)

1- الاستعلاء: ويكون الاستعلاء على المجرور وهو الغالب مثل قوله تعالى: (وعليها وعلى الفلك تحملون) وقد يكون الاستعلاء على ما يقرب من المجرور (أي ليس المجرور ذاته) ويقصد به المجازي، نجد ذلك في قوله تعالى: (أو أجد على النار هدى) أي: على المكان الذي هو قريب منالنار، هدى أي هاديا أو ذا هدى أي: شخصا يهديني إلى الطريق. وقد يكون الاستعلاء معنويا، نحو قوله تعالى: (ولهم عليَّ ذنب) فاستعلاء البعض على البعض معنوي لا حسي.

2- المصاحبة: نحو قوله تعالى : (وءاتى المال على حبه) أي: مع حبه له.

3- المجاوزة: أي بمعنى: (عن) كقول الشاعر: إذا رضيتْ علىَّ بنو قُشَيْر..
أي: إذا رضيت عني، ويحتمل أن يضمَّن (رضي) معنى (عطف).

4- التعليل أي: بمعنى (اللام)، نحو قوله تعالى: (ولتكبروا الله على ما هداكم) أي: لهدايته إياكم.

5- الظرفية: أي بمعنى (في) نحو قوله تعالى : (ودخل المدينة على حين غفلة) أي : في حين غفلة.

6- موافقة (من) نحو قوله تعالى : (إذا اكتالوا على الناس يستوفون)، أي : من الناس.

7- موافقة الباء : نحو قوله تعالى : (حقيق على أن لا أقول على الله) أي : بأن لا أقول

8- أن تكون زائدة.

Tidak pantas jika huruf jar على yang masuk pada kalimat  العرش  sebagai majrurnya itu di maknai berikut:
 الظرفية / zharfiyyah  بمعنى فى 
sehingga jika diartikan menjadi "Allah istiwa di/dalam 'arsy". 
Contoh  على الظرفية yang benar : 
اعتكف الكياهى على المسجد "kyai beri'tikaf didalam masjid". Tak mungkinlah kyai i'tikaf di atas masjid.

واصبر على ما يقولون 
"Dan bersabarlah atas apa yang mereka katakan"
Arti atas pada kalimat ini bukan isti'la,contoh arti versi lain "dan bersabarlah dengan apa yang mereka katakan"  على موافقة الباء.

Ma'na yang patut bagi kalimat على pada على العرش adalah 'uluwwullah kemaha tinggian Allah dan kemaha besaranNya. Tidak bisa di artikan dengan sifat Makhluq yang duduk diatas kursi dengan makna zhahir dan haqiqinya yaitu manusia ketika duduk di kursi memang benar-benar posisinya diatas kursi.
Dan mengimani Allah maha tinggi diatas manusia dan seluruh Makhluq itu wajib,tinggi didalam al-qur'an itu di bahasakan langit dan yang paling tinggi adalah 'arsy,di 'arsy itu Allah bersama dzat sifat dan af'alnya.
Pada umumnya 'uluwwullah menggunakan 'ALA/على الاستعلاء namun Terkadang Al-Qur'an menggunakan FII/فى seperti ayat yang terdapat didalam surat Al-Mulk :  أأمنتم من فى السماء أن يخسف بكم الأرض فإذا هي تمور. أم أمنتم من فى السماء أن يرسل عليكم حاصبا ،فستعلمون كيف نذير.
Itu hanya keterbatasan bahasa saja,yang akal manusia wajib mempelajari dan mengimani kemaha kuasaan Tuhanya ketika menemui kebuntuan narasi yang terbatas.

Contoh  على الاستعلاء yang benar adalah :  جلست على الكرسي "saya duduk di atas kursi".
Tak patut diartikan "saya duduk didalam kursi" atau "saya duduk bersama kursi ( مصاحبة)" atau "saya duduk karena kursi ( تعليل )", dst...
Contoh  على الاستعلاء lagi :
الراكب على دراجة "pengendara diatas sepeda"
Tak patutlah diartikan "pengendara didalam sepeda" dll...

Kamis, 12 April 2018

nafsu jokowi untuk pemerataan pembangunan dan kriti kepadanya

Presiden joko widodo
    Gagal melindungi kepentingan nasional dalam berbagai perundingan internasional. Kepentingan nasional yang dimaksud adalah menjaga kedaualatan Negara dan bangsa Indonesia dan melindungi kepentingan rakyat Indonesia dari pengisapan rexim global.

   Pemerintah Jokowi gagal menjadikan pertemuan internasional seperti G20, OPEC, ASEAN sebagai strategi  penyelamatan kedaualatan negara, malah menjadikannya sebagai ajang memburu utang dan investasi, bukan memperjuangkan nasionalisme ekonomi. Pemerintahan dalam berbagai pertemuan internasional mengobral kekayaan alam dan pasar Indonesia untuk di eksploitasi dan dijarah oleh modal internasional.


   Pemerintah Jokowi gagal melindungi pasar Indonesia dari invasi global. Memasukkan Indonesia sebagai bantalan bagi krisis keuangan china. Pemerintah Jokowi mengambil bagian dalam proyek politik jalur sutera China. Proyek jalur sutera bukan sekedar merupakan proyek ekonomi, namun juga proyek politik dan kebuayaan China dalam rangka memperluas dominasinya secara global.

    Pemerintah Jokowi gagal melindungi pasar Indonesia dari produk China. Jokowi menjadikan ekonomi Indonesia sebagai pasar produk cina, mulai dari produk UKM, hingga produk infrastruktur dan produk pasar keuangan China. Penyerahan pasar infrastruktur Indonesia kepada China merupakan agenda prioritas Jokowi. Sebagian besar mega proyek infrastruktur telah jatuh ke tangan China. Padahal pasar infrastruktur seharusnya menjadi dasar bagi bangkitnya UKM, industry besi baja dan pasar tenaga jerja nasional.

  Jokowi gagal memperjuangkan Indonesia di kawasan Pasifik. Pemerintah Rencana membawa Indonesia ke dalam perjajian Trans Pacifik Partnership (TPP) yang mengancam masa depan UKM, BUMN dan industri nasional. TPP merupakan proyek politik dan ekonomi Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik. Perjanjian TPP berisikan seluruh agenda pencabutan subsidi, liberalsiasi perdagangan, privatisasi BUMN dan berbagai perjanjian di bidang politik dan social budaya.

   Gagal memperjuangkan kepentingan nasional dalam ASEAN Economic Community (AEC) yang mengakibatkan Indonesia menjadi sasaran invasi China dalam yang masuk melalui skema Asean China Free Trade Agreement (ACFTA). Sejak kesepakatan Asean-Indonesia China Free Trade Agreement, Indonesia mengalami deficit perdagangan secara terus menerus dengan China.😇😆
👆👇
Saya hormat kepada al-'alim syekh ma'ruf amin karena keilmuan agamanya yang tsiqqah.

Namun sayangnya,beliau masuk kedalam perangkap pemerintah jokowi yang terkenal permusuhanya dengan ummat islam.

Al-Fadhil syeikh ma'ruf amin akhir-akhir ini memang gencar melontarkan statemen yang memanasi kelompok oposisi dan terkesan memberikan angin segar bagi jokowi pro. 

Bolehnya Kritik yang saya fahami adalah karena bersifat kontruktif,  berdasarkan fakta dan karena adanya keraguan. 
Kerja kerja jokowi jika di pertimbangkan dengan masalah kedaulatan yang kompleks maka jelas terlihat sangat mengkhawatirkan. Maka muncullah kritik kritik berdasarkan fakta yang telah di perhitungkan. 

Itulah politik. 
Jokowi yg menjadi petugas partai punya kontrak politik dengan para mavia.
Sangat kurang independen jika sudah bersama mega.
Pertemuan dengan negara2 sosialis terus di lakukan.
Polisi telah di design untuk loyal kepada pemerintah bukan kepada negara/rakyat.
Penanganan Kejahatan demi kejahatan tidak adil.
Islamis jadi musuh lalu para kyai di manfa'atkan untuk di benturkan.
Statemen politik kader pdip bernuansa sara dan islam lagi yang jadi sasaran.

Adapun pemerataan pembangunan maka hal itu sudah sering di sebutkan oleh para ahli tentang mekanismenya,regulasinya.

Blanko KTP sampai WNA tiongkok dan perkara-perkara didalamnya jadi masalah besar.

Setiap pemimpin negri ini pasti ingin pembangunan namun penuh perhitungan.
Kalau jokowi menurut saya,dia ciptakan pemerataan dan percepatan pembangunan,tapi dananya di genjot dari hutang bank china dengan syarat,dari swasta privatisasi, dari pajak, dari organisasi kelembagaan pun dilirik. 
Kemampuan dialog jokowi.
Bahasa tubuh jokowi.
Janji jokowi. 
Kekurangan jokowi ini yg melahirkan kritik. 

Silahkan yang menilai plus kerja jokowi untuk memberikan datanya.

Senin, 02 April 2018

infrastruktur di kebut dari dana hutang,subsidi di cabut,dana rakyat dilirik dan rakyat di uber agar taat pajak


Buat Apa Pembangunan Infrastruktur Kalau Mengandalkan Utang Luar Negeri?
Juni 16, 2017 15:50



Sekarang sedang marak perbincangan seputar opsi apakah Presiden Jokowi mencabut subsidi agar tetap bisa meneruskan pembagunan infrastruktur, ataukah menghentikan pembangunan infrastruktur agar subsidi terhadap rakyat tetap berlangsung dan tidak dicabut.

Masalah krusialnya adalah, benarkah pembangunan infrastruktur bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat dan membuka lapangan kerja?

Kalau investasi pemerintah Cina melalui China Development Bank (CDB) senilai 3 miliar dolar AS yang jadi rujukan, dari awal sudah mengundang keraguan.

Selain resminya berupa utang dari CDB kepada tiga bank BUMN (Mandiri, BRI dan BNI) yang mana masing-masing bank tersebut mendapat menerima pinjaman 1miliar dolar AS, maka investasi yang diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur tersebut sejatinya merupakan pembangunan infrastruktur melalui pinjaman luar negeri. Bukan investasi murni yang menguntungkan kedua negara.

Itu baru sebagian dari kisah. Bagaimana dengan pembangunan infrastruktur dan perumahan? Ternyata pemerintahan Jokowi juga berutang kepada pemerintah Cina, ketika Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) memberikan pinjaman kepada BTN senilai 5 miliar yuan atau kalau dirupiahkan, sebesar Rp 10 triliun.

Bayangkan. Melalui pinjaman dari ICBC, pembangunan infrastruktur dan perumahan juga dibiayai melalui utang. Bukan itu saja. ICBC juga memnberikan uang senilai 500 juta dolar AS kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Exim Bank) untuk mendorong perdagangan luar negeri dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Lebih celakanya lagi, tujuh BUMN(Wijaya Karya, Adhi Karya, Pelindo I dan II, Angkasa Pura, Bukit Anam, dan Aneka Tambang), juga kecipratan utang pinjaman dari CDB.

Jika demikian halnya, kebijakan pencabutan subsidi demi untuk berkesinambungannya pembangunan infrastruktur dan perumahan Indonesia, sama sekali tidak rasional secara ekonomi.
http://www.aktual.com/buat-apa-pemba...g-luar-negeri/

Butuh Rp 931 T, Anggaran Infrastruktur Jokowi Hanya Tersedia Rp 450 T
Selasa 13 Jun 2017, 07:15 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan banyak program pembangunan infrastruktur berskala nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. 

Namun sayang, kemampuan fiskal alias keuangan yang sangat minim membuat pemerintah kerap memangkas alokasi anggaran dalam APBN setiap tahunnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu Kementerian teknis yang banyak membangun proyek infrastruktur juga terkena imbasnya. 

Pasalnya, anggaran proyek infrastruktur di bidang PUPR hingga 2019 diprediksi bakal hanya terealisasi setengah dari pagu indikatif usulan.

"Kalau kita lihat konfigurasinya, sampai 2019 kebutuhan pembangunan infrastruktur di PUPR itu kan Rp 931 triliun. Kita prediksi sampai akhir (2019) itu hanya (terealiasi) Rp 450 triliun. Jadi hanya setengah," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra Saleh Atmawidjaja kepada detikFinance saat ditemui di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (12/6/2017).

Presiden Jokowi sendiri telah berkali-kali meminta para menteri terbuka menyampaikan kendala yang dihadapi terkait pembiayaan proyek-proyek infrastruktur. Tujuannya supaya dapat dicarikan alternatif sumber pembiayaan sehingga semua program infrastruktur prioritas nasional bisa selesai sesuai dengan rencana hingga 2019. 

Namun kendala di lapangan ternyata sulit untuk diatasi. Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengakui pemerintah masih sulit untuk mengajak swasta ikut berinvestasi di bidang infrastruktur. 

Salah satunya adalah lantaran masih adanya keinginan dari Kementerian atau Pemerintah Daerah untuk mengerjakan suatu proyek dengan APBN atau APBD.

"Karena ini kan perubahan mindset, sekarang kalau kita kerja di K/L, biasa jadi kepala proyek, itu akan jauh lebih enak dibanding KPBU. Karena seluruh kontrol ada di tangan kita. Dari mulai bikin tender, bikin spesifikasi segala macam, ada di tangan kita. Sedangkan KPBU, proyeknya tidak 100% milik Kementerian. Dia partner dari swasta untuk proyek tersebut. Jadi beda antara jadi owner di APBN dan partner di KPBU. Plus duitnya juga bukan dari APBN, kebanyakan dari si swasta. Sehingga kalau mau main-main dan segala macam, enggak ada ruang," katanya beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, sejumlah proyek infrastruktur dikebut oleh Jokowi untuk diselesaikan hingga 2019. Mulai dari jalan nasional, jalan tol, bendungan, saluran irigasi, sampai dengan transportasi umum.

Bappenas mengestimasi biaya yang dibutuhkan untuk seluruh sektor infrastruktur hingga 2019 mendatang mencapai Rp 5.519,4 triliun. Berdasarkan estimasi tersebut, setidaknya 40,1 persen atau sebesar Rp 2.215,6 triliun ditargetkan berasal dari anggaran pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan sisanya oleh swasta maupun investasi BUMN.
https://finance.detik.com/berita-eko...sedia-rp

Sabtu, 31 Maret 2018

masalah qunut subuh

بسم الله
TABAYYUN dari saya dan saya rasa perkara ini sudah di tunggu. Berat sebenarnya saya menyampaikan tapi semoga hal ini tidak salah malah semakin menguatkan ukhuwwah dan mengerti arti toleransi yang authentic/original dan kefahaman. 
Senang saya berada didalam bagian persetubuhan ikhwah fiddiin. 
klarifikasi ini saya buat karena perasaan para ikhwah yang belum tenang dan tidak ada satu pihak pun yang mendoktrin saya dalam berpendapat.

SALAM UKHUWWAH

Jumat, 12 Januari 2018

Qunut shalat shubuh atau tidak qunut? jangan mudah mewahabikan dan memvonis neraka.

Qunut shalat subuh :
وعن أنس :  أن النبي ص قنت شهرا بعد الركوع يدعو على أحياء من أحياء العرب ثم تركه. متفق عليه.ولأحمد والدارقطنى نحوه من وجه آخر. وزاد : فأما فى الصبح فلم يزل يقنت حتى فارق الدنيا.
33. Dan dari anas : sesungguhnya nabi saw berqunut sebulan setelah ruku' mendo'akan atas kebinasaan arab lalu meninggalkannya. (Muttafaqun 'alaya) ahmad&daruquthni juga meriwayatkanya dari jalur lain. Anas menambahkan :adapun pada shalat subuh maka rasulullah selalu berqunut sampai beliau meninggal dunia.

وعنه أن النبى ص كان لا يقنت إلا إذا دعا لقوم أو دعا على قوم. صححه إبن خزيمة 
34. Dan dari anas bahwa nabi saw tidak berqunut kecuali apabila beliau mendoakan kebaikan qaum atau mendoakan kebinasaan atas qaum. (Di shahihkan ibnu khuzaimah).

 وعن سعيد بن طارق الأشجعى قال: قلت لأبى يا أبت إنك قد صليت خلف رسول الله وأبى بكر وعمر وعثمان وعلى،افكانوا يقنتون فى الفجر؟ قال:أي بنى محدث. رواه الخمسة إلا أبا داود. 
35. Dan dari said bin thariq al-asyja'i berkata: saya bertanya kepada bapakku wahai bapakku sesungguhnya engkau shalat di belakang rasulullah dan abi bakr dan umar dan utsman dan ali,apakah mereka berqunut pada shalat fajar (shubuh)? Jawab bapaknya : wahai anakku ! Hal (qunut shubuh) itu di ada-adakan.

Komentar saya:
Hadits teratas diriwayatkan oleh anas bin malik adalah tentang qunut nazilah yang dikerjakan rasul selama satu bulan.tambahanya adalah tentang qunut subuh yang dikerjakan rasulullah terus menerus sampai wafatnya. 
Hadits berikutnya juga dari anas menyebutkan bahwa nabi tidak pernah berqunut kecuali ketika beliau mendo'akan kebinasaan kaum dan kebaikan kaum. 
Artinya riwayat anas bin malik ini kontradiksi/ta'arudh/bertentangan karenanya di carikan riwayat lain tentang qunut subuh untuk menguatkan salah satu antara keduanya maka hadits berikutnya di takhrij oleh al-hafizh ibnu hajar untuk menguatkanya yaitu :
Dari said bin thariq dari bapaknya menyebutkan bahwa qunut fajar/subuh itu hal baru yang di ada-adakan.

Kesimpulan :
Walau hadits qunut subuh lebih rendah kualitasnya tetapi ia ada riwayatnya maka saya toleransi dan tetap bisa menerima bermakmum pada imam yang berqunut. Tetapi karena para imam fiqh dan ahli hadits yang tsiqqah dan mu'tamad (terpercaya) seperti malik bin anas,ahmad bin hanbal,ibnu hajar al-'asqalani asy-syafi'i menguatkan tidak adanya qunut subuh maka saya konver dari qunut menuju tidak qunut.
Alasan saya meninggalkannya lagi adalah karena qunut subuh oleh pendapat asy-syafi'i menjadikannya sebagai bagian rukun muba'adh atau sunnah muakkadah yang jika mushalli lupa dari mengerjakannya maka disunnatkan baginya melakukan sujud sahwi dengan begitu qunut di posisikan lebih dibanding rukun qauli (do'a dalam shalat). Pendapat ini menjadikan saya ragu dan memilih konver ke pendapat ulama lain.
Inilah sikap toleransi dan saling menghargai.

Bicara soal adat atau kebiasaan yang terjadi disuatu masjid.
Komentar saya:
Ada masjid seperti di kampung-kampung yang seluruh jama'ahnya dari dulunya berqunut,ini tidak bisa disamakan dengan masjid yang di bangun bersama oleh penduduk yang multiple yang dari awal sudah ada perselisihan pada masalah qunut subuh,hanya saja kebiasaannya pihak yang tidak qunut mengalah karena menghindari gesekan.alangkah indahnya kebersamaan itu di bangun sebagaimana membangun masjid bersama,ridhakanlah sedikit kesempatan bagi pihak yang berikhtilaf itu untuk berpendapat dan mengamalkan yang sudah menjadi opsinya,toh qunut atau tidak shalat tetap sah. Hilangkan keraguan pada khilafiyyah furu'uddiniyyah/cabang agama yang terjadi.
Jika khilafiyyah pada cabang agama masih menjadi perpecahan dan saling merasa menang maka ini jelas sikap intoleran & intimidasi & mengoyak persatuan di tengah kompleksitas. 
Maka apa bedanya pihak yang saling bertikai itu jika
Yang satu kaku dan yang satu lagi serampangan fahamnya. 
Andai saya yang tidak qunut shubuh ini di mintai untuk menjadi imam oleh jamaah yang semuanya berqunut maka saya akan qunut apabila permintaan itu tidak bersifat memaksa dengan di ikuti agar saya meninggalkan opsi saya. Saya telah faham sendiri tanpa di paksa.,tetapi jika saya selalu di mintai menjadi imam dengan meninggalkan qunut maka permintaan itu jelas akan saya tidak sanggupi karena permintaan itu menjadi bentuk intoleransi dan mengganggu pilihan saya dalam mengambil persepsi.

Berbeda jika kronologinya adalah tamu maka ia wajib mengikuti aturan tuan,sementara kita adalah penduduk urban dan yang  muqim menjadi bagian masyarakat yang multikompleksitas dan saling bergotong royong baik dalam masalah sosial kemasyarakatan juga dalam pembangunan spiritual sepertinya misalnya mendirikan masjid atau madrasah.
TOLERANSI AUTHENTIC yang saya maksud adalah original yaitu saling menghargai dan memberikan kebebasan atau kesempatan antara pihak mayoritas dan minoritas di tengah kebersamaan atau kompleksitas.
TOLERANSI AUTHENTIC bukan sikap tidak memberikan kesempatan sama sekali atau justeru memupuk attitude sikap sinisme dan ketakutan yang berlebihan.
Nampaknya sikap toleransi authentic ini justeru diamalkan oleh ummat yang menerima yaitu mereka ikut pimpinan/imam saja asal tidak keluar dari prinsip-prinsip agama. Mereka sadar bahwa ia adalah orang yang masih mentah dalam agama,mereka juga sadar bahwa masalah yang lumrah terjadi di tengah ummat ini hanyalah urusan yang tak punya urgency dalam agama. Malu Saya yang berilmu ini jika ternyata orang awam itu lebih bisa mengajariku cara mentolerir ikhtilaf.

Saya pertengahan demi kesatuan walau punya opsi berbeda dalam mengambil hukum karena itu saya ridha jd makmum,ini keniscayaan. 
Satu hal yang saya sayangkan adalah di munculkanya nisbat WAHHABI untuk menyembur pihak-pihak yang berbeda tanpa tabayyun,semua di pukul rata.

Allah swt:
ولا تقف ما ليس له علم،إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسئولا (الإسراء. ٣٦).
 "Dan janganlah engkau ikut-ikutan pada sesuatu hal yang engkau tidak mengetahui perkaranya, sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati,setiap masing-masingnya itu di mintai pertanggungjawaban tentangnya".

Andaikan saja saya tidak takut fitnah maka saya pun bisa saja meneriaki mereka yang punya kemiripan dengan kultur syi'ah adalah syi'ah.
Tapi saya diam dari sesuatu perkara yang saya lemah menghadapinya.

Saya beritakan tentang luasnya fiqih yang tak dapat di lepas dari aktivitas kehidupan karena fiqih merupakan cabang ilmu zhahir yang wajib diterima indera dan fisik manusia. Ia juga merupakan ilmu NAZHARI yaitu fiqih adalah hasil ijtihad manusia dengan kata lain adalah interpretasi yang berkarakter ZHANNI (dugaan) bukan QATH'I (pasti) karena itu fiqih pasti berbeda.
Maka Allah sudah sebutkan :
 وما اختلفتم فيه من شيئ فحكمه إلى الله
 "Apa saja yang kalian perselisihkan didalamnya maka hukum kepastiannya sesungguhnya ia kembali kepada Allah".

Pada ayat lain :
إن الحكم إلا لله
"Tiada hukum kecuali bagi Allah"
Maksudnya tidak dilarang manusia
Menetapkan hukum atas masalah yang dihadapinya tetapi mutlaq membenarkan hukum atau pendapatnya itu yang tertolak oleh ayat diatas.

Terakhir,diatas saya sebutkan bahwa masing-masing pihak pasti punya opsi pilihan,artinya saya tafadhdhal mempersilahkan sesiapa untuk memilih pendapat karena itu keniscayaan.
Artinya silahkan memilih pendapat madzhab tertentu,hanya apalah hak kita merusak kompleksitas sosial kehidupan.

Saya pribadi dibesarkan di pesantren syafi'iyyah karena itu saya tidak asing dengan persepsi fiqih syafi'iyyah sampai sanad-pun saya pegang.dan tentunya saya mungkin lebih tahu pendapat syafi'iyyah daripada orang awam.
Jika demikian kenapa saya tampak berbeda?
Pertama,karena saya perlu belajar toleransi ditengah perselisihan dan perpecahan sepertimana para imam madzhab.berbeda dengan banyak orang yang masih berfaham taqlid buta pada madzhabnya.

Kedua,karena syafi'iyyah di suatu negara itu tidak murni sebab dimasukkannya tradisi lokal,misalnya pukul bedug/pukul kentong sebagai tanda masuk waktu shalat fardhu,pujian/bersenandung dengan pengeras diantara adzan dan iqamah,shalat dengan mukena. Hal yang demikian ini dalam fiqih perlu kajian.

Ketiga,karena fiqih itu mengalami perubahan pada masalah-masalah yang bersifat temporal.perubahan hukum fiqih itu juga tergantung pada qaedah yang dapat diterapkan sesuai sikon. Sifat temporal dan perubahan transformasi hukum seputar muamalah itulah yang menjadikan ummat kontemporer juga mesti di maklumi perbedaan pandangnya.
berbeda dengan fiqih adalah aqidah yang tidak bisa berubah.

KeEmpat,karena saya bebas memilih pendapat yang tidak paten menurut syari'at karena itu saya tidak suka membatal-batalkan atau mengharam-mengharamkan dengan pasti terhadap cara ibadah seseorang yang tampak berbeda dengan saya sekalipun sehingga saya tetap nyaman beribadah dengan orang yang berlainan madzhab.


Al-'afwu minkum
(NUR SALAM)

Selasa, 27 Maret 2018

Bid'ah dan menghukumnya. islam itu luwes

Tentang hal-hal baru dalam agama.
Sebenarnya dasar ilmiyyahnya itu sama saja antara syafi'iyyah dan non syafi'iyyah.
Yang membedakan itu masih banyak yang lupa sebutan-sebutan untuk perkara baru menurut ilmu usul fiqih.
Contoh pembukuan al-qur'an dan pemberian tanda-tanda bacanya yang tidak di lakukan oleh rasulullah tapi disepakati oleh kedua golongan yang berbeda faham tentang konteks bid'ah.
Inilah yang saya sebut dasar keilmuanya sama. Bedanya adalah cara mengasumsikan hal-hal yang baru. 
Menurut kedua pihak seumpama Afiliasi B (AB) vs Afiliasi S (AS),bahwa pembukuan al-qur'an itu bid'ah berhujjah secara teks bahwa setiap bentuk ubudiyah baru yang tidak di contohkan rasulullah itulah bid'ah.
Bagi AJ,pembukuan al-qur'an itu bid'ah mahmudah yang dihukum wajib.
Adapun bagi AS,pembukuan al-qur'an dan memberikan tanda baca padanya itu hukumnya membingungkan baginya karena ia sudah terlanjur mengharamkan seluruh bid'ah.

Qultu:
Secara dasar,saya tidak berselisih pendapat dengan AJ,namun bedanya saya tidak menyebut pembukuan al-qur'an & tanda bacanya itu bid'ah melainkan hal ini adalah MASLAHAH MURSALAH atau MANFA'AT MUTHLAQAH.
maslahah karena membawa kebaikan bagi ummat yang mengandung manfaat absolut,bayangkan kalau saja Al-Qur'an tak di susun dan di cetak.mursalah karena dalil naqlinya tidak ditemukan baik anjuran dan laranganya. Hal ini merupakan rekayasa yang di benarkan menurut islam baik segi maqashid syari'ah juga wasilah syari'ah. Ya,terserah kalau AJ menyebut ia bid'ah mahmudah,yang penting adalah obyeknya itu boleh di rekayasa.

Adapun bagi AS,saya rasa punya maksud seperti pemahaman saya namun salah melakukan asumsi penamaan istilah ushul fiqhiyyah,hal ini saya rasakan sebab AS selama ini juga tidak mempersoalkan pembukuan qur'an dan beberapa hal baru lainya. 

Bid'ah menurut pendapat hemat saya adalah :
Tidak setiap hal yang baru itu bid'ah karena asal setiap hal itu mubah sedangkan bid'ah itu terlarang.terlarang karena di khawatiri mafsadatnya atau terdapat mafsadatnya baik dalam aqidah juga amaliyah umum.
 terlarang sendiri ada dua yaitu makruh dan haram. Makruh ada dua yaitu tanzih (ringan) dan tahrim (berat). Haram juga ada lidzatihi dan lighairihi,haram ma'nawi dan hissi, haram muthlaq dan muqayyad.

Bid'ah adalah perkara baru yang dimasukkan kedalam tuntutan keagamaan dengan jalan rekayasa yang tidak mengandung manfa'at muthlaqah bagi ummat keumuman.
Terkadang di diamkan nabi tapi nabi mengkhawatirkan ia menjadi beban taklif,ia ini boleh tapi makruh tanzih,seperti berjama'ah shalat tarawih/sunnah yang ghairu masyru'iyyah bil-jama'ah,mewajibkan hal yang tidak wajib tanpa sebab yang bisa direkayasa menurut syari'at,atau mengharamkan yang tidak beralasan pengharamanya sesuai dalil syari'at.
Bid'ah memang lebih baik dihindari daripada di dekati walau ringan bid'ahnya.
Saya dulu mantan penyanyi shalawat dangdutan.
Di jawa itu sekarang acara shalawat jadi hiburan. Musiknya yang enak di dengar pas buat goyang sikit-sikit lame-lame jadi bukit,lirik dangdut juga pas buat shalawatan.
Ibadah yg sesungguhnya lillah mengharap pahala berubah menjadi tasliyyah/hiburan yang bersifat komersial dan sebagainya. 
Hukum Boleh yang naik level ke makruh bahkan haram.
Hanya orang yg pernah di jawa yang punya empirik hidup campuran. 
Campuran fiqih dengan kultur juga iya. Tak soal jika kultur itu sah menurut syariat,tapi sayangnya asal selera jadilah... bid'ah hasanah semua, dhalalahnya entah tak pernah dengar.
Tahlilan kematian pada hari-hari yang ditetapkan secara kultur,ini bid'ah karena jadi beban taklifnya yang jadi syari'at baru bukan dzikirnya.

Saya juga sering mendengar AS yang menghukum sesat/haram pada setiap hal yang baru,seperti menyusun jadwal waktu shalat,astronomi penanggalan,alat bantu dzikir (tasbih),dst.
Pola pikir yang begini jelas keluar dari nalar keilmuan saya.

Satu kesimpulan dimanakah posisi saya antara kedua faham yang terbelah itu ?
Adalah "saya punya pandangan mandiri".
Terkadang saya cocok dengan mereka dan terkadang berselisih dari mereka.
Tenang adalah sikap yang saya ambil.


info salamtime

SIAPAKAH AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA'AH ?

Benarkah AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA'AH itu asy'ariyyah?  Saya akan jawab persoalan yang terus menipu orang online maupun orang offline...